Peran Polri Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi


Latar Belakang

Globalisasi yang terjadi dan mewabah dimasa kini, telah menghadirkan persaingan ekonomi diantara negara-negara di dunia. Persaingan tersebut tidak lagi bernuansa militeristik berupa adu jotos antara negara satu dengan negara lainnya menggunakan kekuatan-kekuatan tempur dan pengerahan pasukan dalam skala besar. Pertempuran justru muncul pada kehadiran non – traditional issues berupa kompetisi global antar negara dalam bentuk persaingan ekonomi yang tidak berlatar militer (minimal military force)

Sebagai negara berkembang, Indonesia tidak akan luput dari persaingan ekonomi yang terjadi didunia, karena secara mendasar dunia memiliki sifat anarki dengan hukum rimba, siapa yang kuat maka dialah yang akan menjadi pemenang. Mengatasi hal ini, pemerintah melalui berbagai program kerja terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana amanat yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Continue reading “Peran Polri Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”

Iklan

Rupiah sebagai Simbol Kedaulatan Negara


 

Dalam sebuah mekanisme perdagangan klasik, kita mengenal adanya sistem barter sebagai sebuah cara untuk melakukan kegiatan tukar menukar barang. Namun seiring dengan perkembangan jaman, manusia mulai memperkenalkan sebuah alat pembayaran yang memiliki nilai tertentu untuk ditukar dengan barang maupun jasa yang ditawarkan.

Rupiah yang kita kenal saat ini, merupakan mata uang resmi Republik Indonesia yang digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Mata uang yang memiliki rupa baik dalam bentuk uang kertas maupun uang logam ini, umum digunakan dalam transaksi perdagangan di Indonesia. Namun dibalik pentingnya keberadaan uang sebagai alat pembayaran, ada nilai-nilai kebangsaan, pride, dan nasionalisme yang terkandung dalam Rupiah. Sayangnya belum semua menyadari, memahami, dan mampu memaknainya dengan utuh. Continue reading “Rupiah sebagai Simbol Kedaulatan Negara”

MENGUAK WAJAH PELAYANAN PUBLIK DI ERA GENERASI MILENIAL


 

 

PENDAHULUAN

Realitas wajah dunia saat ini berjalan dengan sangat cepat dan dinamis, sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi yang melanda secara global. Disadari maupun tidak, kecanggihan teknologi telah membawa perubahan (revolution in all affairs) dalam kehidupan manusia. Segala urusan manusia, nyaris tidak terlepaskan dari penggunaan teknologi informasi bahkan saat ini smart phone seakan-akan telah menyamai pentingnya beras dalam penghidupan manusia.

Jauh sebelumnya, Alvin Toffler telah berpendapat mengenai perubahan kehidupan manusia akibat teknologi informasi pada buku Future Shock (1970) dan The Third Wave (1980). Toffler menggambarkan tiga jenis gelombang sosial yang terjadi di dunia, pertama pada era masyarakat pertanian dimana perubahan terjadi ketika orang mulai menemukan cara bercocok tanam untuk menghasilkan makanan, teknik berburu mulai ditinggalkan; kedua pada era masyarakat industri, dimana masa ketika masyarakat mulai mengenal mesin sebagai pengganti tenaga manusia; dan ketiga adalah era teknologi yakni masa dimana masyarakat mulai mengenal canggihnya teknologi informasi. Ketiga gelombang peradaban ini membawa perubahan pada semua aspek kehidupan manusia baik dari segi nilai maupun budaya.

Marc Prensky (2001) menyatakan bahwa dunia pada era ini didiami oleh setidaknya tiga kelompok generasi yakni generasi pre-digital age, generasi digital immigrant dan generasi digital natives, dimana diantara generasi – generasi tersebut telah tercipta fenomena β€˜a generation lap’ yang meliputi perbedaan atas nilai, gaya hidup dan maupun sistem pembelajaran. Terkait dengan pemahaman akan teknologi, maka dikatakan lebih lanjut bahwa generasi digital natives telah melampaui dan menyalip generasi sebelumnya akan pemahaman tentang teknologi.
Continue reading “MENGUAK WAJAH PELAYANAN PUBLIK DI ERA GENERASI MILENIAL”