Kebebasan Berpendapat Dalam Gelutan Dinamika Politik


 

Pendahuluan

Gelaran Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2019, memastikan adanya 2 (dua) pasangan calon yang akan berlaga, yakni pasangan calon Ir. H. Joko Widodo yang berpasangan dengan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, serta pasangan H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang berpasangan dengan H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA. Kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden ini telah mendaftarkan diri ke KPU RI pada tanggal 10 Agustus 2018 yang lalu.

Sejak tanggal 17 Februari 2018, para peserta pemilu dilarang melakukan kegiatan kampanye, masa kampanye baru dapat dilaksanakan pada periode 23 September 2018 sampai dengan 13 April 2019. Namun demikian, para pihak yang terkait dengan Pileg/Pilpres 2019 nampaknya tidak mau melewatkan sedikit pun waktu untuk bersiap-siap. Melalui berbagai upaya pengerahan massa baik di dunia nyata maupun pada media cyberspace, dinamika pemilu sudah mulai dilancarkan dalam berbagai balutan aksi maupun kegiatan. Continue reading “Kebebasan Berpendapat Dalam Gelutan Dinamika Politik”

Iklan

DemoCratic Policing


RESENSI
Judul : Democratic Policing
Penulis : H. Muhammad Tito Karnavian dan H. Hermawan Sulistyo
Penerbit : Pensil 324
Cetakan : 1, Agustus 2017
Tebal : 489 halaman

Buku “Democratic Policing” ini merupakan karya paling terkini mengenai paradigma pemolisian era demokrasi di Indonesia yang ditulis secara kolaborasi oleh Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. dan Prof (Ris) H. Hermawan Sulistyo, MA.,Ph.D. Kedua penulis ini memang tidak diragukan lagi dalam membahas isu-isu kepolisian, tidak saja kapasitas mereka sebagai akademisi yang memiliki reputasi internasional tetapi juga Muhammd Tito Karnavian sendiri sebagai Kapolri yang memahami betul problem dan tantangan yang dihadapi institusi Polri. Buku ini terdiri dari 7 (tujuh) bab yang mengupas landasan filosofis, sosiologis dan yuridis dimensi-dimensi pemolisian sehingga sangat komprehensif. Continue reading “DemoCratic Policing”

Religiously Motivated Terrorism


Terorisme

Sebagian besar dari kita meyakini, bahwa terorisme merupakan sebuah aksi kejahatan yang mengancam kehidupan masyarakat, melalui berbagai penggunaan kekerasan seperti pembunuhan, pengeboman, penyanderaan dan sebagainya. Begitu banyak definisi yang lahir dari kata teror. Mengutip pengertian dari wikipedia, kata terorisme berasal dari bahasa Perancis le terreur yang diarahkan pada peristiwa penggunaan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah di Perancis pasca terjadinya Revolusi Perancis (Muhammad Mustofa, 2002).

Dalam sebuah buku berjudul Political Terrorism (1988), Alex Schimd dan Albert Jongman, mengutarakan bahwa terdapat lebih dari 109 definisi tentang terorisme. Dari penelitian terhadap lebih dari seratus definisi tersebut, ditemukan bahwa terdapat sekurangnya 22 elemen dalam pengertian terorisme, dengan urutan 5 tertinggi adalah sebagai berikut : pertama adalah elemen Violence, Force (83,5%), kedua adalah elemen Political (65%), ketiga adalah elemen Fear, terror emphasised (51%), keempat adalah Threat (47%), dan kelima adalah (Psychological) effects and (Anticipated) reactions (41,5%).

Continue reading “Religiously Motivated Terrorism”