MENGUAK WAJAH PELAYANAN PUBLIK DI ERA GENERASI MILENIAL


 

 

PENDAHULUAN

Realitas wajah dunia saat ini berjalan dengan sangat cepat dan dinamis, sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi yang melanda secara global. Disadari maupun tidak, kecanggihan teknologi telah membawa perubahan (revolution in all affairs) dalam kehidupan manusia. Segala urusan manusia, nyaris tidak terlepaskan dari penggunaan teknologi informasi bahkan saat ini smart phone seakan-akan telah menyamai pentingnya beras dalam penghidupan manusia.

Jauh sebelumnya, Alvin Toffler telah berpendapat mengenai perubahan kehidupan manusia akibat teknologi informasi pada buku Future Shock (1970) dan The Third Wave (1980). Toffler menggambarkan tiga jenis gelombang sosial yang terjadi di dunia, pertama pada era masyarakat pertanian dimana perubahan terjadi ketika orang mulai menemukan cara bercocok tanam untuk menghasilkan makanan, teknik berburu mulai ditinggalkan; kedua pada era masyarakat industri, dimana masa ketika masyarakat mulai mengenal mesin sebagai pengganti tenaga manusia; dan ketiga adalah era teknologi yakni masa dimana masyarakat mulai mengenal canggihnya teknologi informasi. Ketiga gelombang peradaban ini membawa perubahan pada semua aspek kehidupan manusia baik dari segi nilai maupun budaya.

Marc Prensky (2001) menyatakan bahwa dunia pada era ini didiami oleh setidaknya tiga kelompok generasi yakni generasi pre-digital age, generasi digital immigrant dan generasi digital natives, dimana diantara generasi – generasi tersebut telah tercipta fenomena ‘a generation lap’ yang meliputi perbedaan atas nilai, gaya hidup dan maupun sistem pembelajaran. Terkait dengan pemahaman akan teknologi, maka dikatakan lebih lanjut bahwa generasi digital natives telah melampaui dan menyalip generasi sebelumnya akan pemahaman tentang teknologi.
Continue reading “MENGUAK WAJAH PELAYANAN PUBLIK DI ERA GENERASI MILENIAL”

Iklan

Penghapusan Merkuri Pada Pertambangan Rakyat / Emas Skala Kecil (Pesk)


 

Latar Belakang

Pengelolaan Pertambangan Memiliki Dimensi Yang Sangat Luas Dan Berkaitan Dengan Tugas Pokok Polri, Hal Ini Dapat Ditinjau Dari Aspek Ekonomi, Sosial Dan Lingkungan. Aspek Ekonomi Berkaitan Dengan Besarnya Pendapatan Negara Yang Dapat Diperoleh Dari Sektor Pertambangan, Dari Sisi Sosial Sektor Pertambangan Juga Dapat Memunculkan Berbagai Macam Konflik Sosial Baik Yang Bersifat Vertikal Maupun Horisontal, Sedangkan Dari Aspek Lingkungan Adalah Terjadinya Kerusakan Lingkungan Sebagai Akibat Dari Kegiatan Pertambangan.

Pada Banyak Kejadian, Proses Pemilahan Emas Pada Pertambangan Emas Skala Kecil Dilakuan Dengan Menggunakan Merkuri. Akibatnya, Merkuri Yang Terbuang Pada Air Tanah Maupun Aliran Sungai, Akan Masuk Kedalam Rantai Makanan Baik Melalui Tumbuhan Maupun Hewan, Yang Pada Gilirannya Akan Sampai Pada Tubuh Manusia. Selain Itu, Keberadaan Merkuri Di Lingkungan Berdampak Secara Langsung Kepada Manusia Khususnya Bagi Pekerja Pada Proses Pemisahan Biji Emas Dengan Melalui Proses Inhalasi, Maupun Berdampak Tidak Langsung Yaitu Baik Pada Tumbuhan Maupun Hewan Akibat Dari Pembuangan Limbah Baik Limbah Cair Maupun Limbah Padat. Continue reading “Penghapusan Merkuri Pada Pertambangan Rakyat / Emas Skala Kecil (Pesk)”

PENGGUNAAN KEKUATAN BAGI ANGGOTA POLRI : Persimpangan antara resiko dan penghargaan


 

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana aksi heroik seorang Polisi berpangkat Aiptu, Sunaryanto, yang mampu menghentikan peristiwa penyanderaan yang dilakukan oleh Hermawan (28 thn), didalam sebuah angkot KWK T 25 jurusan Rawamangun – Pulogadung. Pelaku menodongkan pisau kepada sandera, seorang wanita bernama Risma, dengan posisi tengah menggendong anaknya yang berumur 2 tahun.
Sunaryanto melihat jelas adanya ancaman dari sebuah angkot dimana para penumpang berhamburan keluar dan kerumunan massa yang ada disekitar mobil tersebut. Dengan berpakaian Polisi, dia mendatangi angkot tersebut dan mencoba bernegosiasi dengan pelaku. Setelah melakukan penilaian berdasarkan pertimbangan pribadi, maka Aiptu Sunaryanto mengambil sebuah keputusan dengan menembak tangan pelaku dengan tujuan menghentikan kejahatan. Continue reading “PENGGUNAAN KEKUATAN BAGI ANGGOTA POLRI : Persimpangan antara resiko dan penghargaan”