LAPORAN SEKSI STNK TAHUN 2012 DIREKTORAT LALU LINTAS POLDA KALTIM

I. PENDAHULUAN
1. Landasan Hukum
SAMSAT mempunyai tugas dan wewenang dalam registrasi dan identifikasi forensik kendaraan bermotor, serta berperan sebagai pendongkrak pajak daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Pedoman tata laksana SAMSAT mengacu kepada Undang – Undang Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta Instruksi Bersama Menteri Pertahanan Keamanan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor : INS/03/M/X/1999, Nomor : 29 Tahun 1999, Nomor : 6/IMK.014/1999, tentang pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) dalam Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), Tanda Coba Kendaraan Bermotor (TCKB) dan Pungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), secara rinci tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Direktur Jenderal Pemerintahan Umum Dan Otonomi Daerah, dan Direktur Utama PT. Jasa Raharja (Persero) dengan memperhatikan faktor keamanan dalam setiap proses pendaftaran kendaraan bermotor.


2. Tugas Pokok dan Fungsi
Dalam mengemban fungsi registrasi dan identifikasi forensik kendaraan bermotor, Kepolisian, Dipenda dan Jasa Raharja berkewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wajib pajak kendaraan bermotor. Secara khusus petugas Kepolisian berkewajiban menjamin terselenggaranya tertib administrasi registrasi, dan identifikasi forensik kendaraan bermotor. Dipenda berkewajiban menjamin terselenggaranya tertib administrasi dalam penerimaan pajak daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor dan Jasa Raharja berkewajiban menjamin terselenggaranya tertib administasi dalam penerimaan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) secara baik dan benar. Untuk menjalankan tujuan dimaksud, SAMSAT wilayah Kaltim memiliki strategi organisasi yang dijabarkan dalam kebijakan-kebijakan pokok organisasi, sebagai berikut :
 Menciptakan dan memelihara lingkungan internal yang mendorong petugas pelaksana untuk terlibat secara penuh dalam upaya pencapaian sasaran organisasi.
 Menyediakan sumber daya dan pelatihan yang optimal.
 Memastikan bahwa sasaran organisasi berhubungan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat/wajib pajak.
 Secara aktif melakukan perbaikan dan meningkatkan kompetensi pengetahuan dan pengalaman petugas pelaksana sehingga mendorong petugas pelaksana bersemangat dan bangga menjadi bagian dari organisasi.
 Memastikan keseimbangan antara kepuasan masyarakat/wajib pajak dengan pihak lain yang berkepentingan seperti petugas pelaksana, serta institusi terkait.

I. 3. Visi, Misi, Motto, dan Janji Layanan

Visi
Terwujudnya pelayanan secara transparan dan akuntabel berbasis teknologi dan informasi demi kepuasan masyarakat.

Misi
1. Mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat wajib pajak dalam pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) secara cepat, tepat, transparan dan akuntabel.
2. Menyelenggarakan tertib administrasi dokumen secara baik dan benar dalam rangka menjamin keamanan kepemilikan dan identitas data kendaraan bermotor.
3. Siap menyajikan data kendaraan bermotor sebagai bahan informasi tentang identitas kepemilikan dan penerimaan pajak kendaraan bermotor yang bisa diakses setiap saat oleh masyarakat
4. Melakukan upaya peningkatan sarana prasarana dan sumber daya manusia yang profesional dengan kerjasama yang baik agar tercipta kesadaran masyarakat membayar pajak demi meningkatnya penerimaan daerah dan pusat

Motto Layanan
Kepuasan Anda Merupakan
Citra Pelayanan Kami.

Janji Layanan
Melayani Secara Cepat
Tepat Transparan dan Akuntabel.

II. SISTEM DAN PROSEDUR
1. Ruang Lingkup Pelayanan

Lingkup jasa layanan di SAMSAT meliputi :
a. Pokja Pendaftaran Kendaraan Baru (BBN I), yaitu pendaftaran untuk proses kendaraan baru, mutasi eks luar daerah, dump TNI Polri, eks kedutaan, lelang negara dan batal mutasi yang belum terdaftar di SAMSAT.
b. Pokja Pendaftaran Kendaraan Perpanjangan & Pengesahan yaitu proses Pengesahan (1 tahun) dan Perpanjangan (5 tahun)
c. Pokja Pendaftaran Balik Nama (BBN II), yaitu proses pergantian identitas baik kendaraan ataupun pemilik kendaraan, antara lain : tukar nama, STNK hilang, rubah bentuk, ganti warna, pindah alamat, lelang, ganti mesin, ganti nopol, rubah status, hibah/waris, ganti badan hukum dan STNK rusak.
d. Pokja Cek Fisik Kendaraan, yaitu melakukan keseauaian identifikasi nomor rangka, nomor mesin, warna, type dan jenis kendaraan bermotor yang digunakan, serta sebagai salah satu syarat untuk seluruh pengurusan STNK kecuali proses Pengesahan (1 tahun).
e. Pokja Mutasi Masuk mempunyai tugas melakukan pendataan identitas kendaraan dan identitas pemilik kendaraan yang masuk dari luar Balikpapan, sehingga secara sah terdaftar di SAMSAT Balikpapan.
f. Pokja Mutasi Keluar mempunyai tugas melakukan pendataan terhadap kendaraan yang akan dimutasikan keluar dari SAMSAT Balikpapan.
g. Pokja Tata Usaha (Kepolisian)/ Administrasi mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam merencanakan, mengkoordinasikan, mengawasi dan melaksanakan kegiatan pada bagian ketatausahaan SAMSAT, identifikasi, pengecekan/ pemeriksaan, perubahan serta pembetulan/ralat data, registrasi dan pembukuan/pencatatan termasuk pemeliharaan penyimpanannya berkaitan dengan data identitas pemilik dan kendaraan. Selalu berkoordinasi dengan Sub Bagian Tata Usaha (Dipenda) dalam penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan SAMSAT. Dibantu oleh beberapa Sub Pokja yaitu :
 Sub Pokja Arsip dan Dokumen, yaitu bagian yang bertugas menyimpan arsip kendaraan bermotor dan bertanggung jawab dalam memelihara dan menjaga keamanan arsip, juga melayani untuk kepentingan mutasi ke luar daerah atau kepentingan penyidikan suatu perkara dengan persetujuan dari pimpinan Ditlantas.
 Sub Pokja Materiil, yaitu bagian yang mempunyai tugas untuk menyediakan materiil STNK, Cek Fisik dan TNKB dan bertanggung jawab menjaga stok materiil yang tersedia
 Sub Pokja Bendahara Penerimaan, yaitu bagian yang bertugas melakukan pemungutan dan penyetoran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sesuai dengan jumlah materiil STNK dan TNKB yang dikeluarkan
 Sub Pokja TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor), yaitu bagian yang memproduksi plat nomor kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua (R-2) maupun roda empat (R-4).

2. Mekanisme Penyediaan Jasa
a. Mekanisme Pendaftaran Kendaraan Baru
 Mengisi formulir yang telah disediakan, dilakukan dengan melengkapi identitas pemilik dan identitas kendaraan untuk selanjutnya dijadikan sebagai data awal sebelum proses input data dilakukan
 Melakukan pendaftaran pada loket pendaftaran kendaraan baru dengan terlebih dahulu melengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan, baik untuk kendaraan CBU (complete built up) maupun untuk kendaraan CKD (complete knock down). Masyarakat wajib pajak diharuskan untuk melakukan pendaftaran secara tertib dan teratur.
 Menerima & memeriksa berkas pendaftaran dari pemohon/masyarakat wajib pajak. Petugas bagian pendaftaran dituntut untuk teliti dalam memeriksa setiap kelengkapan berkas pendaftaran, apabila diketahui terdapat kelengkapan persyaratan yang tidak memadai maka petugas berwenang untuk mengembalikan kepada pemohon/masyarakat.
 Memberikan Nopol dan Melakukan pencatatan terhadap seluruh identias pemilik dan kendaraan. Dengan adanya on-line sistem antara SAMSAT dan BPKB memudahkan bagi bagian pendaftaran untuk melakukan kros cek kesesuaian data pemilik & kendaraan yang sudah di input oleh anggota BPKB.
 Melakukan input data kendaraan dan pemilik kendaraan, saat ini input data awal telah dilakukan oleh bagian BPKB, sehingga akan meminimalkan penyalahgunaan identitas dan kepemilikan. Dengan adanya input data oleh bagian BPKB akan memperkecil terjadinya kesalahan yang disebabkan oleh duplikasi pekerjaan. Input data di bagian SAMSAT dilakukan dengan memanggil nomor BPKB/nomor rangka dan nomor mesin, sehingga secara real time dapat diketahui jumlah pertambahan kendaraan yang berada di Balikpapan. Disamping itu dapat dijadikan data awal dalam menetapkan potensi wajib pajak untuk tahun anggaran.
 Menetapkan besarnya PKB/BBN-KB berdasarkan Tabel NJKB (nilai jual kendaraan bermotor) yang dilakukan oleh staf Dispenda. Penetapan NJKB dilakukan atas dasar jenis, type, merek dan tahun kendaraan.
 Memeriksa kesesuaian data pada komputer dan berkas pendaftaran, hal ini dilakukan sebagai upaya verifikasi terhadap keabsahan/ kesesuaian data pada data base dengan data fisik pendaftaran dan untuk meminimalkan kesalahan penerbitan baik STNK maupun SKPD.
 Menyerahkan SSPD (surat setoran pajak daerah) atau salinan pajak mengenai besarnya PKB/BBN-KB, PNBP & SWDKLLJ, namun SSPD dimaksud bukan sebagai alat bukti pelunasan yang sah.
 Menerima pembayaran dari wajib pajak sesuai dengan jumlah yang tercantum pada SSPD/SKPD.
 Print out STNK, SKPD & Order TNKB setelah semua dana disetorkan ke pihak Bank dan jumlahnya dinyatakan telah sesuai yang tercantum pada SKPD.
 Mengesahkan STNK & SKPD yang dilakukan oleh pejabat terkait yaitu : untuk pengesahan STNK dilakukan oleh Kasi STNK, sedangkan pengesahan SKPD dilaukan oleh Kasi PKB/BBN-KB (UPTD).
 Menyerahkan hasil pencetakan STNK kepada wajib pajak oleh petugas bagian penyerahan. Setiap penyerahan dilengkapi dengan buku penyerahan

b. Mekanisme Pendaftaran Kendaraan Balik Nama
 Mengisi formulir yang telah disediakan, dilakukan dengan melengkapi identitas pemilik dan identitas kendaraan untuk selanjutnya dijadikan sebagai data awal sebelum proses input data dilakukan
 Melakukan pendaftaran pada loket pendaftaran perubahan identitas. Semua jenis perubahan status dari kendaraan yang telah didaftarkan di SAMSAT harus diregister untuk mengetahui riwayat perubahan status dari kendaraan tersebut.
 Menerima & memeriksa berkas pendaftaran dari pemohon/ masyarakat sesuai dengan persyaratan dan kepentingan.
 Melakukan perbaikan data pemilik atau data kendaraan pada buku register kendaraan. Hal ini mutlak dilakukan untuk dapat mengetahui riwayat pemilikan kendaraan dari awal.
 Melakukan input data data perubahan, setelah terlebih dahulu dilakukan perubahan identitas pada buku register kendaraan.
 Menetapkan besarnya PKB/BBN-KB perubahan yang dilakukan oleh pihak Dispenda (UPTD) yang mengacu kepada ketetapan yang berlaku (Peraturan Gubernur) dalam bentuk Tabel NJKB.
 Memeriksa kesesuaian data yang tercantum pada komputer dengan berkas pendaftaran. Apabila diketahui terdapat keraguan maka dapat dilakukan kroscek dengan arsip awal kendaraan.
 Memanggil dan memberitahukan besaran PKB/BBN-KB kepada masyarakat/ wajib pajak dengan menggunakan formulir SSPD sebagai bukti sementara yang masa berlaku SSPD dimaksud selama 1 (satu) bulan setelah penerbitan.
 Menerima pembayaran dari wajib pajak sesuai dengan jumlah dana yang tercantum pada formulir SKPD yang terdiri dari setoran PKB/BBN-KB, PNBP & SWDKLLJ.
 Melakukan Print out STNK, SKPD & Order TNKB setelah dilakukan validasi oleh petugas kasir atas kesesuaian jumlah uang yang diterima dengan yang tercantum pada blangko SKPD.
 Mengesahkan STNK & SKPD yang telah diperiksa, untuk STNK disahkan oleh Kasi STNK sedangkan untuk SKPD disahkan oleh
 Menyerahkan hasil pencetakan kepada wajib pajak

c. Mekanisme Pendaftaran Perpanjangan dan Pengesahan
 Mengisi formulir yang telah disediakan, dilakukan dengan melengkapi identitas pemilik dan identitas kendaraan untuk selanjutnya dijadikan sebagai data awal sebelum proses input data dilakukan
 Melakukan pendaftaran pada loket pendaftaran Perpanjangan &
Pengesahan.
 Menerima & memeriksa berkas pendaftaran dari pemohon/
masyarakat
 Input data data berupa nomor polisi (Nopol)
 Memeriksa kesesuaian data pada komputer dan berkas pendaftaran, hal ini dilakukan sebagai upaya verifikasi terhadap keabsahan/ kesesuaian data pada data base dengan data fisik pendaftaran dan untuk meminimalkan kesalahan penerbitan baik STNK maupun SKPD.
 Memanggil dan memberitahukan besaran PKB/BBN KB
 Menerima pembayaran dari wajib pajak
 Print out STNK, SKPD & Order TNKB setelah dilakukan validasi di
loket kasir.
 Mengesahkan STNK & SKPD
 Menyerahkan hasil pencetakan kepada wajib pajak, penyerahan dilakukan secara bersama-sama antara TNKB, STNK, SKPD

d. Mekanisme Cek Fisik Kendaraan
 Mengarahkan kendaraan yang akan di cek fisik dijalur antrian yang telah disediakan
 Mendaftar cek fisik pada loket yang telah disediakan
 Menggesek nomor rangka dan nomor mesin yang dilaksanakan oleh petugas resmi Samsat
 Pengesahan hasil identifikasi cek fisik yang telah dilaksanakan

III. INOVASI SAMSAT 2012
1. Penerapan ISO 9001:2008 SAMSAT

SAMSAT wilayah kaltim senantiasa berupaya melakukan perbaikan sistem pelayanan, dengan memberikan pelayanan yang lebih baik melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 yang diakui secara internasional. Niat untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik telah dibuktikan dengan diperolehnya Sertifikat ISO 9001 : 2008 yang diberikan kepada SAMSAT Balikpapan, Samsat Samarinda, Samsat Paser dan Samsat Berau.
Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 membawa konsekuensi pada seluruh proses yang ada di lingkup SAMSAT harus berjalan sesuai dengan aturan/prosedur yang telah ditetapkan. Secara garis besar prosedur yang telah ditetapkan dibagi dalam tiga prosedur yaitu Prosedur Sistem, Prosedur Operasional dan Instruksi Kerja. Penetapan standard mutu melalui pengesahan ISO ini dititikberatkan kepada 4 (empat) hal, yaitu : komitmen dari masing-masing pimpinan instansi yang ada di dua SAMSAT tersebut, manajemen sumber daya baik manusia ataupun peralatan, adanya realisasi jasa pelayanan dengan diterbitkannya prosedur pada masing-masing bagian dan dilakukannya proses pengukuran, analisa dan penyempurnaan terhadap seluruh jasa pelayanan yang diberikan. Dengan adanya sertifikasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

2. Samsat Jelajah dan Samsat Keliling
SAMSAT sebagai salah satu instansi pemerintah seiring perkembangan dituntut meningkatkan kualitas kinerja pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Khususnya dalam melayani kebutuhan masyarakat wajib pajak dan melakukan pengesahan STNK.
Untuk itulah SAMSAT terus melakukan berbagai upaya dan menciptakan inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan dan mendekatkan pelayanan kepada wajib pajak. Beberapa deskripsi mengenai SAMSAT jelajah keliling ini diantaranya :
a. SAMSAT Jelajah Keliling ini menggunakan sarana mobil double cabin berkekuatan 4 wheel drive yang dilengkapi dengan sistem komputer online, terkoneksi dengan jaringan SAMSAT Kaltim. Di tahun 2011 ini, ada dua mobil SAMSAT Jelajah Keliling yang diluncurkan.
b. SAMSAT Jelajah Keliling ini akan mendatangi wajib pajak yang tinggal di kawasan pedalaman dan pesisir, yang tempat tinggalnya sulit dijangkau, baik karena lokasinya yang jauh, maupun karena medan jalan yang berat dan sulit dilalui. Karena tidak jarang, biaya transportasi yang dikeluarkan wajib pajak untuk ke Kantor Bersama SAMSAT, justru lebih besar dari pajak kendaraan bermotor yang harus mereka bayarkan.
c. Jenis pelayanan SAMSAT Jelajah Keliling ini adalah pengesahan STNK 1 tahun, pembayaran pajak tahunan, dan pembayaran asuransi Jasa Raharja. Adapun persyaratan mengurus di SAMSAT Jelajah Keliling adalah BPKB asli dan fotokopi, STNK asli dan fotokopi, serta KTP asli dan fotokopi.
Keberadaan SAMSAT keliling ini dapat membantu masyarakat khususnya pada tempat-tempat tertentu untuk memudahkan dalam hal pengurusan pajak tahunan. Disamping itu, melalui SAMSAT keliling juga dapat diterapkan beberapa program pilihan yang akan lebih memudahkan kelompok-kelompok masyarakat dalam pengurusan pajak, seperti peluncuran program SAMSAT goes to campus, SAMSAT perairan, SAMSAT perbatasan dan sebagainya.

3. Samsat Pembantu
SAMSAT Balikpapan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan yang diharapkan masyarakat/wajib pajak. Di awal tahun 2012 ini, SAMSAT Balikpapan kembali membuka layanan SAMSAT Pembantu yang berlokasi di Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.Layanan gerai SAMSAT ini merupakan unit pelayanan Kantor Bersama SAMSAT, yang melayani pengesahan STNK satu tahun dan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan sistem banking bank. Guna mendekatkan pelayanan dan kemudahan kepada wajib pajak, SAMSAT Balikpapan membuka gerai bersama dengan kantor Bank Kaltim. SAMSAT pembantu ini sendiri diberi nama SAMSAT Payment Point. Keberadaan SAMSAT Payment Point ini diharapkan dapat mempermudah layanan kepada masyarakat khususnya yang berlokasi didaerah Manggar dan sekitarnya.Layanan SAMSAT Payment Point ini hanya melayani pengesahan STNK satu tahun. Sedangkan untuk perpanjangan blanko STNK dan TNKB (ganti plat) setiap lima tahun sekali dilakukan di Kantor Bersama SAMSAT induk yang berada satu tempat di kantor Ditlantas Polda Kaltim, Jl Jenderal Sudirman, Balikpapan Selatan.
Kemudian, SAMSAT pembantu juga hadir dalam bentuk SAMSAT Drive Thru yang terletak di pusat kota Balikpapan. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan pengesahan STNK satu tahun. Keberadaan layanan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan prima Kepolisian khususnya yang dilakukan oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim.

4. Anev Samsat Tahun 2012
Pelaksanaan kegiatan khususnya yang dilakukan oleh SAMSAT pada tahun 2012 secara umum berjalan dengan baik. Hal ini juga diiringi dengan adanya peningkatan jumlah volume kendaraan jika dibandingkan dengan tahun 2011. Berdasarkan hal tersebut maka tentu saja telah terjadi peningkatan angka pelayanan yang telah dilaksanakan oleh SAMSAT .

Beberapa program inovasi yang ditargetkan dapat terlaksana pada sepanjang tahun 2012 ini telah berjalan relatif cukup baik, walaupun ada beberapa kendala yang menyebabkan beberapa program tidak dapat berjalan dengan tepat waktu. Data tabel diatas menunjukkan beberapa program unggulan pada tahun 2012 yang dilaksanakan oleh satuan wilayah sesuai dengan action plan yang telah dicanangkan.
Program kegiatan yang belum terealisasi diantaranya adalah pelaksanaan sertifikasi ISO oleh beberapa satwil, dimana hambatan muncul dikarenakan belum adanya dukunga anggaran yang memadai. Demikian pula program SAMSAT jelajah dan SAMSAT keliling yang dicanangkan oleh Polres Bulunan dan Polres Paser, hambatan muncul karena belum tersedianya sarana dan prasarana.
Sedangkan untuk program kreatif yang telah berjalan dan berlangsung sesuai dengan jadwal action plan diantaranya adalah pembentukan SAMSAT drive thru oleh SAMSAT balikpapan dan pembukaan arena bermain oleh Polres Samarinda. Bentuk terobosan tersebut diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan prima kepolisian khususnya dibidang regident lantas oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim.

IV. PENUTUP
Demikian buku Laporan Inovasi SAMSAT Tahun 2012 ini dibuat dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami memang belum sempurna, tetapi kami selalu berusaha.

About ferli1982

Menjalani hidup dengan riang gembira ... enjoy ur life!!!

Posted on Oktober 18, 2013, in Administrasi Kepolisian. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada LAPORAN SEKSI STNK TAHUN 2012 DIREKTORAT LALU LINTAS POLDA KALTIM.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: