PENGASUHAN TARUNA

BeFunky_ok
I. DESKRIPSI PENGASUHAN
Akademi kepolisian merupakan lembaga pendidikan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang disiapkan untuk menghasilkan perwira polri yang bermoral, profesional, cerdas, dan modern. Paradigma ini  diharapkan dapat membawa perubahan mendasar dalam konteks regenerasi kepolisian. Proses regenerasi kepolisian harus dikawal sejak  dari proses pendidikan pembentukan sehingga karakter perwira kepolisian yang ideal dapat terbentuk  sesuai profil perwira kepolisian yang memiliki kemampuan dalam aspek afektif, kognitif dan psiko motorik (sikap perilaku).
Untuk mewujudkan terciptanya sosok Perwira Polri yang ideal, Akademi Kepolisian membangun sebuah sistem pendidikan yang dilaksanakan melalui aspek kegiatan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan (jarlatsuh). Hal ini tidak terlepas dari Sistem Pendidikan Polri yang menitikberatkan pada 10 komponen Sistem Pendidikan Polri.

 Aspek kegiatan pengasuhan sendiri diarahkan pada pembentukan sikap dan perilaku yang meliputi usaha pemberian bimbingan dan pembinaan dalam rangka menanamkan dan memantapkan perangkat nilai-nilai dasar yang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945 serta Etika Profesi Kepolisian sebagaimana tercantum dalam Tri Brata dan didasari oleh prinsip kemitraan serta prinsip saling asah, asih dan asuh.
Mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2010 tentang Sistem Pendidikan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pengasuhan diartikan sebagai proses interaksi antara peserta didik dengan Gadikan pada satu lingkungan belajar untuk membentuk sikap, mental, moral, dan perilaku terpuji. Pengasuhan pada Akademi Kepolisian meruapakan kegiatan yang dilakukan oleh Pengasuh dan Taruna Senior sesuai lingkup tugas dan tanggung jawabnya dalam bentuk pembinaan, bimbingan, dan pengawasan kepada Taruna secara terencana dan konsisten untuk menjadikan Taruna sebagai pribadi unggul, berilmu ilmiah, beramal amaliah, memiliki kompetensi sebagai anggota Bhayangkara, memahami Hak Asasi Manusia yang tertuang dalam Pedoman Pengasuhan Taruna Akpol. Secara umum, pengasuhan memiliki tujuan untuk merubah, membentuk, menumbuh kembangkan, membulatkan, mematangkan, dan mendewasakan sikap perilaku Taruna untuk menuju Perwira Polri yang ideal.
Pelaksanaan kegiatan Pengasuhan di Akademi Kepolisian dilakukan diluar kegiatan Pembelajaran dan Pelatihan. Kegiatan tersebut mencangkup 7 aspek  bidang pengasuhan yakni :
A. Bidang Mental Spiritual dan Ideologi
B. Bidang Kebhayangkaraan
C. Bidang Profesionalisme
D. Bidang Kepemimpinan
E. Bidang Penampilan Perorangan
F. Bidang Kehidupan Sosial Budaya
G. Bidang Emosional dan Intelegensia
Bidang-bidang pengasuhan diatas dijabarkan kedalam sub komponen yang terdiri dari indikator-indikator sikap perilaku dari Taruna Akademi Kepolisian. Pelaksanaan bidang pengasuhan tersebut diharapkan dapat mencapai sasaran pengasuhan Taruna Akpol yaitu :
1. Tercapainya perubahan mental dari kehidupan sipil pembentukan, penanaman nilai-nilai dasar dalam melaksanakan tugas, pembulatan, pematangan, dan pendewasaan sikap dan perilaku sebagai insan Bhayangkara yang profesional.
2. Tercapainya kemampuan akademis yang dapat menerapkan dan mengembangkan Ilmu Kepolisian serta kemampuan memecahkan permasalahan.
3. Tercapainya keterampilan taktik dan teknis Kepolisian dalam rangka menghadapi setiap bentuk gangguan kamtibmas yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.
4. Tercapainya kesemaptaan fisik dan keterampilan olahraga yang memadai dalam rangka menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas, baik selama menjadi Taruna maupun Perwira Polri.
Pengasuhan bagi Taruna Akademi Kepolisian dilaksanakan melalui 3 (tiga) teknik pengasuhan yakni : 1) Pengasuhan dengan media; 2) Pengasuhan melalui Bimbingan dan Konsultasi; dan 3) Pengawasan dan Pengendalian.
II. DESKRIPSI PRODUK
Dalam rangka mewujudkan pola pengasuhan yang ideal bagi Taruna Akademi Kepolisian, dirasakan perlunya melakukan langkah-langkah inovatif pada tahap pelaksanaan teknik pengasuhan. Langkah inovatif tersebut dibutuhkan untuk mempercepat proses tercapainya sasaran pengasuhan serta memberikan situasi pengasuhan yang dinamis dengan tidak meninggalkan nilai-nilai Kepemimpinan Polri sebelumnya.
Situasi pengasuhan yang dinamis diharapkan dapat mengurangi perasaan monoton yang sering melanda peserta didik karena minimnya terobosan kreatif pada sistem Pengasuhan tersebut. Langkah inovatif ini dilakukan pada salah satu bagian teknik pengasuhan dengan metode Pengasuhan dengan media melalui pelaksanaan kegiatan yang bertema “ Transformasi Nilai-Nilai Kepemimpinan Polri Dari Masa ke Masa”.
Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh Kepolisian baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas, untuk bertatap muka langsung memberikan transfer ilmu kepada para Taruna Akademi Kepolisian. Transfer ilmu yang diberikan tidak hanya mengenai pengalaman memimpin dari para tokoh tersebut namun juga mengenai penanganan perkembangan kejahatan yang aktual disertai kesuksesan Polri dalam menanganinya.
Pelaksanaan dari kegiatan ini dilakukan setiap hari Sabtu dengan durasi waktu 90 menit, berisikan pemaparan materi dari tokoh Polri dilanjutkan dengan diskusi antara pemberi materi dengan para Taruna Akademi Kepolisian. Pemberi materi menyiapkan topik pembahasan sesuai dengan bidang tugasnya termasuk tentang pengalamannya dalam menjalankan tugas-tugas Kepolisian. Kemudian pada tahap diskusi, Taruna diberikan kesempatan untuk bertanya tentang pengalaman menjalankan tugas Kepolisian dari pemberi materi ataupun menyampaikan pendapatnya mengenai penanganan kasus-kasus yang dipaparkan oleh tokoh tersebut.
Kegiatan transfer ilmu ini telah berjalan beberapa kali dengan menghadirkan tokoh-tokoh Kepolisian baik yang berdinas di wilayah Semarang serta tokoh-tokoh Kepolisian yang telah purna tugas seperti Komjen (P) Ismerda Lebang (26/01/2013). Dalam kegiatan jumpa tokoh Kepolisian bapak Komjen (P) Ismerda Lebang memberikan penanaman nilai-nilai moral yang bisa dipegang teguh oleh para Taruna. Nilai-nilai utama tersebut diantaranya : 1) Harga Diri; 2)Kehormatan; 3) Disiplin; dan 4) Loyalitas. Nilai-nilai tersebut dapat dijadikan acuan bagi para Pengasuh dalam mengimplementasikan kedalam program Pengasuhan Taruna Akademi Kepolisian. Sehingga nilai-nilai moral tersebut dapat lebih cepat diserap Taruna dalam mempersiapkan dirinya menjadi Perwira Polri yang siap sebagai First Line Supervisor.
III. ANALISIS IMPLEMENTASI PRODUK
Kegiatan temu tokoh-tokoh Kepolisian kepada Taruna Akademi Kepolisian yang dilakukan satu kali dalam setiap minggu, tidak hanya berhenti pada pengarahan dan diskusi semata. Namun juga dilanjutkan dengan implementasi pengasuhan yang dilakukan para Pengasuh Taruna Akademi Kepolisian dengan mengacu pada isi arahan para tokoh Kepolisian tersebut.
Implementasi pengasuhan tersebut dilakukan dengan menjabarkan nilai-nilai moral yang disampaikan oleh para tokoh kedalam bentuk kehidupan Taruna sesungguhnya. Penjabaran nilai-nilai moral tersebut dilakukan oleh para Pengasuh kepada Taruna Akademi Kepolisian secara terencana melalui ragam kegiatan Taruna pada setiap harinya. Rutinitas kegiatan Taruna Akademi Kepolisian mengharuskan setiap Taruna untuk memiliki sifat-sifat keteladanan diserta jiwa disiplin pribadi yang tinggi.
Melalui teknik pengasuhan yang dilakukan baik dengan teknik pengasuhan dengan media, pemberian bimbingan dan konsultasi, ataupun teknik pengawasan dan pengendalian, implementasi pengasuhan melalui kegiatan temu tokoh Kepolisian ini dapat dilakukan. Penjabaran kegiatan transformasi nilai-nilai kepemimpinan dalam bentuk pengasuhan oleh para Pengasuh Taruna Akademi Kepolisian akan diuraikan kedalam teknik-teknik pengasuhan yang dijalankan sebaqai berikut :
A. Pengasuhan dengan Media
Kegiatan pengasuhan dengan media dititikberatkan pada pemberian nilai-nilai keteladanan dalam wujud pengarahan, nasihat, serta pembelajaran kepada para Taruna melalui upaya pendampingan pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh Taruna. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan yang telah direncanakan dan terjadwal maupun bentuk kegiatan yang insidental menyesuaikan dengan ragam kegiatan Taruna. Dimana aspek kehadiran Pengasuh dapat memberikan dampak secara langsung kepada pembentukan tingkah laku para Taruna.
1. Pengarahan
Kegiatan pengarahan dilakukan oleh para pengasuh sebagai media memberikan arahan, bimbingan, dan petunjuk kepada Taruna mengenai segala permasalahan kehidupan Taruna. Pada kegiatan ini, penanaman nilai-nilai moral, etika kepribadian Taruna, dan displin sesuai dengan tupoksi Pengasuh serta pengalaman-pengalaman tugas yang pernah dialami oleh pengasuh. Pengarahan dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat pelaksanaan apel maupun pada jam pengasuhan atau kegiatan saat kegiatan mandiri.
2.    Pelaksanaan Acara Tradisi
Akademi Kepolisian memiliki wahana berorganisasi bagi Taruna dalam wujud Senat Korps Taruna. Salah satu yang menjadi tugas dari Senat adalah melaksanakan acara-acara tradisi Taruna Akademi Kepolisian. Acara tradisi ini menjadi sebuah kegiatan yang dilaksanakan secara turun temurun dari setiap angkatan ke angkatan berikutnya. Tradisi Korps Taruna ini meruapakan kegiatan yang bersifat positif, memiliki nilai sejarah dan filosofis bagi kehidupan Taruna.
Pada kegiatan ini, Pengasuh berkewajiban untuk menjelaskan makna dari Tradisi dan manfaatnya bagi Taruna baik saat dirinya menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian maupun saat menjadi Perwira Polri nantinya. Sehingga Taruna dapat memahami makna acara Tradisi tersebut bukan sekedar hanya menjalankan kegiatan semata. Kegiatan ini juga merupakan penanaman nilai-nilai kebanggaan terhadap Akademi Kepolisian yang bertujuan menumbuh kembangkan rasa loyalitas kepada institusi dan negara Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bersifat seremonial dan dilaksanakan dibawah tanggung jawab Senat Korps Taruna Akademi Kepolisian.
3.     Pelaksanaan Kegiatan Deputasi
Kegiatan Deputasi adalah kegiatan Taruna yang bersifat dinas di luar kegiatan rutin ataupun bersifat insidentil  yang dilaksanakan didalam atau diluar lingkungan Akademi Kepolisian atas perintah pimpinan. Pada kegiatan ini, Taruna wajib didampingi oleh Pengasuh sebagai Perwira Pendamping Taruna, yang bertujuan untuk menjelaskan kepada Taruna makna kegiatan Deputasi tersebut serta sebagai bentuk pengawasan kepada Taruna untuk senantiasa menjaga kehormatan Taruna dan nama baik Akademi Kepolisian khususnya ketika pelaksanaan Deputasi tersebut berlangsung diluar lingkungan Akademi Kepolisian.
2. Mendampingi Latihan Luar
Kegiatan Latihan Luar Taruna merupakan kegiatan yang terjadwal dan menjadi bagian dari kegiatan rutin Taruna sesuai dengan Kalender Akademik. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Pelatihan dalam sistem Jarlatsuh Akademi Kepolisian. Pertanggung jawaban kegiatan berada dibawah Satuan Tugas (Satgas) Latihan yang dibentuk berdasarkan Surat Perintah Gubernur Akademi Kepolisian.
Kehadiran pengasuh yang melekat pada setiap kegiatan luar Taruna dimaksudkan untuk membantu pengendalian, serta melihat langsung perkembangan keikutsertaan Taruna dalam latihan tersebut. Sehingga Pengasuh dapat memahami perkembangan Taruna dalam hal tingkat penguasaan materi latihan yang pada umumnya merupakan bagian dari keterampilan khas Kepolisian.
3. Instruksi Kegiatan
Untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, Taruna diberikan penugasan-penugasan tertentu yang bersifat pembelajaran seperti pejabat Senat Korps, pejabat Piket (Ka SPKT,Kapospol,Wakapospol), maupun tugas-tugas lainnya. Agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan tepat sasaran, maka Pengasuh berkewajiban untuk memberikan instruksi kegiatan yang dapat menjadi pedoman Taruna untuk menyelesaikan tugas. Instruksi tersebut menjadi pedoman bagi Taruna dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga saat nanti menjadi Perwira Polri, Taruna berani mengambil keputusan dan mempertanggung jawabkan keputusan tersebut secara moral dan secara hukum.
4. Diskusi
Kegiatan diskusi meruapakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Taruna baik saat kegiatan wajib belajar maupun pada jam pengasuhan. Kegiatan ini selain berguna untuk sharing informasi juga bertujuan untuk melatih keberanian berbicara dari para Taruna. Bahan diskusi tidak hanya mengenai kehidupan Taruna, namun juga mengenai berbagai kejadian aktual yang terjadi di Indonesia.
Pengasuh memberikan topik untuk dijadikan sebagai bahan diskusi Taruna, kemudian pada bagian akhir memberikan kesimpulan dari diskusi tersebut. Disamping itu, kehadiran pengasuh dapat menjadi penengah ketika diskusi berjalan dengan tidak sebagaimana mestinya. Diskusi sendiri berjalan dengan mengedepankan sifat asah, asih, dan asuh. Tidak ada yang merasa lebih diantara para peserta diskusi, semua menempatkan dirinya sebagai mitra bagi Taruna lainnya.
Kegiatan diskusi dapat dilangsungkan di tempat-tempat tertentu, seperti kafe taruna, ruang perpustakaan, lapangan Graha Taruna maupun tempat-tempat lainnya yang dapat mendukung pelaksanaan diskusi. Dengan suasana yang nyaman, diskusi dapat berjalan dengan baik dan tertib sehingga bisa menambah pengetahuan Taruna.
B. Bimbingan dan Konsultasi
Bimbingan dan konsultasi menempatkan para Pengasuh untuk dapat menjadi seorang konselor kepada para Taruna nya. Pada kegiatan ini, Taruna dapat berkonsultasi mengenai berbagai hal yang dialami atau akan diikutinya seperti bimbingan masalah pelajaran, konsultasi permasalahan, dan sharing informasi. Kegiatan ini bersifat personal yang dilaksanakan oleh satu atau dua orang Taruna kepada Pengasuh baik pengasuh langsung maupun pengasuh tidak langsung. Sehingga para Taruna menjadi lebih paham mengenai hal-hal yang tidak dimengerti, ataupun mengurangi beban permasalahan yang sedang dihadapinya.
1. Bimbingan Belajar
Kegiatan wajib belajar merupakan kegiatan yang dilaksanakan Taruna pada malam hari. Kegiatan ini meruapakan kegiatan rutin terjadwal yang dilaksanakan setelah pelaksanaan Apel Malam Taruna. Wajib belajar dapat digunakan Taruna untuk mengulas pelajaran yang baru didapat pada saat perkuliahan dihari tersebut, maupaun mempersiapkan bahan perkuliahan keesokan harinya disertai pengerjaan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh Dosen Pengajar.
Kehadiran Pengasuh pada kegiatan wajib belajar ini sangat berguna ketika Taruna mengalami kesulitan dalam hal memahami bahan pelajaran yang dialaminya. Pengasuh berkewajiban untuk memberikan pencerahan kepada Taruna, serta membimbing Taruna-taruna yang memiliki nilai akademis kurang.
2. Konsultasi Permasalahan
Keragaman input awal dari para Taruna memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kemampuan beradaptasi pada kehidupan dan rutinitas di Akademi Kepolisian. Tidak semua dari Taruna Akademi Kepolisian dapat dengan cepat mengikuti pola kehidupan Taruna yang penuh dengan aturan. Sebagai pengganti dari orang tua, keberadaan Pengasuh Taruna dapat menjadi solusi yang baik bagi Taruna untuk mengatasi permasalahannya. Pengasuh berkewajiban untuk dapat menjadi seorang konselor yang baik bagi Taruna nya.
Kegiatan ini bertujuan untuk dapat memperlancar proses adaptasi seorang Taruna agar dapat melewati semua kegiatan Taruna dengan sempurna. Selain itu, Pengasuh berguna untuk memberikan solusi nyata terhadap semua kesulitan Taruna, termasuk dalam menjembatani komunikasi antara Taruna dengan orang tua. Sehingga pada akhirnya, Taruna bisa menyelesaikan tahapan pendidikan di Akademi Kepolisian dan menjadi Perwira Polri yang berbudi luhur.
3. Konseling dengan Psikolog
Konseling antara Taruna dengan Psikolog dapat berlangsung ketika seorang Taruna memerlukannya. Akademi Kepolisian memiliki personel dengan latar belakang psikologi dan bertugas khusus untuk memberikan konseling kepada Taruna. Sehingga para Taruna diharapkan dapat memiliki kondisi dan jiwa psikologis yang baik. Keberadaan Pengasuh baik secara langsung maupun tidak langsung pada kegiatan tersebut bertujuan untuk dapat mengetahui pelaksanaan, memantau perkembangan, serta mengawasi keberlanjutan permasalahan psikologis yang dialami Taruna. Karena itu, setiap kegiatan yang dilakukan oleh Psikolog wajib diketahui oleh Pengasuh, dan ada laporan maupun progress report yang diberikan oleh Psikolog kepada Pengasuh Taruna.
C. Pengawasan dan Pengendalian
Dalam mekanisme Pengasuhan Taruna Akademi Kepolisian, permasalahan pengawasan dan pengendalian menjadi bagian terpenting dari pola Pengasuhan Taruna. Karena pelaksanaan pengawasan dan pengendalian oleh Pengasuh Taruna dilakukan sepanjang waktu dimulai dari kegiatan pagi hari sampai dengan istirahat malam Taruna. Tidak ada satu kegiatan pun yang tidak disertai dengan pengawasan dan pengendalian oleh Pengasuh, sehingga setiap perkembangan Taruna bisa dipantau, dinilai, serta dievaluasi pelaksanaannya. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan baik secara langsung maupun  tidak langsung. Dilakukan oleh Pengasuh saat berdinas maupun saat tidak sedang berdinas.
Pada tahapan ini pulalah mekanisme reward and punishment dilakukan oleh Pengasuh. Kehidupan Taruna diatur dengan Peraturan Kehidupan Taruna (perduptar), yang berisi pedoman bertingkah laku khas Taruna Akademi Kepolisian. Perduptar mengatur sanksi bagi setiap Taruna yang melakukan pelanggaran yang telah diatur didalam perduptar. Kegiatan-kegiatan pengawasan dan pengendalian yang dilakukan oleh Pengasuh meliputi :
1. Apel Taruna
Kegiatan Apel (roll call) adalah sebuah ketentuan untuk berkumpul guna melakukan pengecekan kekuatan personel (Taruna) pada waktu-waktu yang ditentukan maupun yang tidak ditentukan. Disamping itu, kegiatan Apel Taruna juga bertujuan untuk wahana menyampaikan sebuah pengumuman, himbauan, arahan, ataupun juga melakuakan pengecekan kelangkapan dan kerapihan orang per orang.
a. Apel Kadentar
Kegiatan Apel Kadentar merupakan kegiatan Apel yang dilaksanakan pada setiap pagi hari Senin. Apel Kadentar dipimpin langsung oleh Kepala Detasemen Taruna pada setiap tingkatnya. Apel ini disamping untuk mengetahui jumlah kekuatan Taruna, juga digunakan oleh unsur pimpinan tertinggi di Detasemen dalam menyampaikan instruksi kepada Taruna. Kegiatan ini wajib dihadiri oleh seluruh Taruna dan perangkat Pengasuh Taruna dari Detasemen tersebut.
b. Apel Kasattar
Kasattar adalah jabatan struktural dalam organisasi pada tiap-tiap Detasemen Taruna. Kasattar meruapakan Pengasuh Langsung yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas berdasarkan Surat keputusan Gubernur Akademi Kepolisian. Pada setiap hari Selasa setelah pelaksanaan makan pagi, Kasattar memiliki kesempatan untuk mengambil pelaksanaan Apel Kasattar. Apel pagi ini diikuti oleh setiap taruna pada masing-masing Satuan nya.
Pada kegiatan Apel ini, Kasattar dapat melakukan evaluasi kegiatan Taruna dari satuan nya termasuk melakukan pengecekan keadaan, kesehatan, kebersihan, kerapihan dan kondisi para Taruna dari satuan nya masing-masing. Disamping itu, Kasattar dapat memberikan arahan kepada Taruna mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Taruna.
c. Apel Senat Korps
Senat Korps Taruna sebagai organisasi Taruna yang menjadi wahana pembelajaran kepemimpinan bagi para Taruna Akademi Kepolisian. Organisasi ini dipimpin oleh seorang Taruna senior yang menjabat sebagai Ketua Senat Korps Taruna. Pada setiap hari Jumat pagi, Ketua Senat Korps Taruna berkesempatan untuk memimpin pelaksanaan Apel Senat. Selain sebagai wahana pembelajaran kepemimpinan, Apel ini juga berguna sebagai media pembinaan dari Taruna senior kepada Taruna junior.
Keberadaan Pengasuh pada kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pembinaan ini agar tidak berkembang kearah pembinaan yang negatif. Hubungan antara senior-junior harus berlangsung dalam bingkai kemitraan dengan mengedepankan sifat asah, asih, dan asuh.
d. Apel Technical Inspections
Apel Technical Inspection (TI) adalah apel gabungan yang dilakasanakan oleh Taruna Tk.I, Tk.II, dan Tk.III. Apel ini dilaksanakan pada setiap hari Sabtu pagi. Apel TI dipimpin langsung oleh Kepala Korps Pembinaan Taruna dan Siswa sebagai unsur pimpinan tertinggi di Korbintarsis Akademi Kepolisian.
Apel ini wajib dihadiri oleh seluruh Pengasuh Langsung Taruna dari semua Detasemen. Pada kegiatan ini, Kakorbintarsis memberikan arahan langsung kepada Taruna mengenai evaluasi kegiatan Taruna pada setiap minggunya, serta instruksi mengenai kehidupan Taruna dan kegiatan-kegiatan yang melibatkan Taruna kedepan. Setelah pelaksanaan Apel ini, para Pengasuh berkewajiban untuk melakukan pengecekan terhadap kerapihan dan penampilan perorangan dari para Taruna Akademi Kepolisian.
e. Apel Luar Biasa
Apel Luar Biasa adalah kegiatan pengecekan Taruna pada waktu dan situasi tertentu. Apel ini dilaksanakan secara mendadak sebagai salah satu bentuk pengendalian keberadaan Taruna. Pada umumnya, pelaksanaan Apel Luar Biasa ini dilaksanakan dini hari dan diikuti oleh para Pengasuh dari Detasemen yang melakukan Apel ini. Apel ini juga berguna untuk melatih kecepatan dan ketanggapan Taruna dalam menghadapi ragam situasi yang terjadi.
2. Perwira Pengawas
Perwira Pengawas atau lazim disebut piket jaga, merupakan kegiatan terjadwal yang dikenakan kepada Pengasuh Taruna untuk melakukan pengawasan melekat kepada Taruna. Kegiatan ini berlangsung pada waktu-waktu tertentu yang dijadwalkan dan berjalan secara bergantian diantara para Pengasuh taruna. Lama pelaksanaan piket tersebut disesuaikan dengan tugas dan fungsi piket.
a. Perwira Pengawas Korps (Pawaskorps)
Piket Pawaskorps adalah tugas jaga yang dilaksanakan oleh seorang Pengasuh dan berlangsung selama 1×24 jam. Kegiatan ini dilaksanakan oleh 2 orang Pengasuh Senior pada tiap-tiap Detasemen secara bergantian. Pawaskorps bertugas untuk mengendalikan semua kegiatan Taruna selama satu hari penuh.
b. Perwira Pengawas Detasemen (Pawasden)
Pawasden adalah tugas piket jaga yang dilaksanakan oleh Pengasuh pada satu Detasemen secara bergantian. Seperti halnya piket Pawaskorps, Pawasden bertugas selama 1×24 jam dengan tugas pokok melakukan pengendalian kegiatan Taruna dari Detasemen yang dipimpinnya. Pawasden juga berkewajiban melakukan pengawasan jumlah kekuatan dari Detasemen Taruna termasuk mengawasi kegiatan makan Taruna dan pengecekkan Taruna yang sakit.
c. Perwira Pengawas Kelas (Pawas  Kelas)
Pawas Kelas adalah tugas piket jaga yang dilaksanakan oleh Pengasuh pada satu Detasemen secara bergiliran. Kegiatan Pawas Kelas adalah melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan perkuliahan Taruna pada setiap harinya termasuk mencatat pelanggaran-pelanggaran Taruna saat berada dikelas.
d. Perwira Pengawas Ujian (Pawas Ujian)
Pawas Ujian adalah kegiatan pengawasan pelaksanaan kegiatan uujian Taruna yang dilaksanakan baik oleh Pengasuh Langsung maupun Pengasuh Tidak Langsung. Pawas ujian dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Bagian Pengajaran dan Latihan dan dilakukan secara bergantian.
Keberadaan Pengasuh sebagai Pawas ujian bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan ujian Taruna berjalan dengan tertib. Disamping itu, Pawas Kelas juga  bertanggung jawab untuk membuat laporan ketika ada Taruna yang melakukan pelanggaran saat pelaksanaan ujian sebagaimana diatur dalam Perduptar dan ketentuan pelaksanaan ujian Taruna.
.
3. Pengawasan Wajib Belajar
Kegiatan pengawasan wajib belajar dilakukan oleh Pengasuh Taruna baik saat berdinas maupun tidak berdinas. Kegiatan ini dilakukan oleh Taruna setiap malam (diluar waktu pesiar dan kegiatan insidentil) baik di kamar/ruang belajar maupun ketika dilaksanakan di Perpustakaan Taruna Akademi Kepolisian. Keberadaan Pengasuh bertujuan sebagai bentuk pengawasan serta sebagai pembimbing ketika Taruna menemukan hal-hal yang sukar dimengerti terutama mengenai ilmu tentang Fungsi Teknis Kepolisian.
4. Kegiatan Makan Taruna
Pelaksanaan makan Taruna berlangsung 3 kali dalam sehari dan dilaksanakan di Ruang Makan Taruna. Keberadaan Pengasuh Taruna bertujuan untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan makan Taruna. Hal ini menjadi penting, mengingat Ruang Makan Taruna adalah salah satu tempat yang mempertemukan antara Taruna senior dengan Taruna Junior. Ditempat inilah terjadi komunikasi intens antara senior-junior, kehadiran Pengasuh dapat mencegah terjadinya kekerasan kepada Taruna junior di Ruang Makan Taruna.
5. Istirahat Malam
Kegiatan istirahat malam adalah waktu dimana Taruna selesai melaksanakan semua kegiatan dan untuk tidur malam. Kegiatan ini diawasi oleh Pengasuh terutama Pengasuh yang bertugas sebagai Pawasden dihari tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan jika terjadi kegiatan-kegiatan atau aktivitas negatif pada malam hari.
6. Pemberian Penghargaan
Kegiatan pemberian penghargaan kepada Taruna yang berprestasi dapat berupa penambahan langsung nilai Sikap Mental Perilaku (NSP) bisa juga berupa pemberian tanda penghargaan pada sebuah upacara resmi Taruna. Pemberian ganjaran positif dapat diberikan oleh Pengasuh kepada Taruna karena dinilai layak untuk mendapatkannya, sedangkan pemberian penghargaan resmi diberikan kepada Taruna dengan nilai kumulatif dari aspek akademis, jasmani, dan mental kepribadian yang tertinggi.
Pemberian penghargaan ini merupakan wujud apresiasi Pengasuh terhadap keberhasilan Taruna dalam menjalankan kewajibannya sebagai peserta didik di Akademi Kepolisian. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua Taruna untuk senantiasa berbuat dan berperilaku yang terbaik.
7. Pemberian Sanksi
Pemberian sanksi kepada Taruna diberikan karena terjadinya pelanggaran disiplin Taruna sebagaimana yang telah diatur dalam Perduptar. Pelanggaran disiplin ini memiliki tingkat kategori sebagai pelanggaran ringan, pelanggaran sedang, ataupun pelanggaran berat. Pengasuh berkewajiban untuk mengendalikan Taruna untuk seminimal mungkin melakukan pelanggaran.
a. Tindakan Disiplin
Tindakan Disiplin merupakan serangkaian tindakan berupa teguran lisan dan tindakan fisik yang bersifat membina yang dijatuhkan oleh Pengasuh atau atasan langsung dan tidak langsung maupun Taruna senior kepada Taruna junior. Pengasuh memberikan Tindakan Disiplin sebagai bentuk pengendalian kedisiplinan dan ketertiban Taruna. Disamping itu Pengasuh juga melaksanakan fungsi pengawasan terhadap tindakan yang diberikan oleh Taruna senior kepada Taruna junior akan tidak terjadi tindakan kekerasan yang bersifat negatif dan bukan untuk membina.
Sanksi Tindakan Disiplin adalah sanksi yang dijatuhkan karena adanya pelanggaran peraturan kategori ringan. Bentuk sanksi nya adalah teguran lisan, tindakan untuk melatih kesemaptaan, dan tindakan edukatif yang bersifat asah, asih, dan asuh.
b. Hukuman Disiplin
Hukuman Disiplin adalah sanksi yang dijatuhkan karena adanya pelanggaran disiplin oleh Taruna  melalui mekanisme Sidang Disiplin yang dipimpin oleh Ankum. Sanksi dapat berupa teguran lisan, tertulis, maupun tindakan yang bersifat mendidik dan menimbulkan efek jera.
Pengasuh menjalankan mekanisme Sidang Disiplin sesuai dengan Surat Perintah yang dikeluarkan oleh Kadentar sebagai Ankum. Disamping itu, keberadaan Pengasuh menjalankan fungsi Pengawasan dan Pengendalian dalam setiap pelanggaran yang dilakukan oleh Taruna.
c. Sidang Dewan Akademik
Sidang Dewan Akademik merupakan mekanisme persidangan yang bertugas merumuskan kebijakan akademik dan norma/peraturan akademik serta melaksanakan pembinaan Taruna. Sanksi Akademik adalah hukuman yang dijatuhkan kepada Taruna karena melakukan tindak pidana atau pelanggaran dengan kategori berat yang telah diatur dalam Perduptar Akademi Kepolisian.
IV. PENUTUP
Strategi Pengasuhan dalam menjalankan kegiatan temu tokoh-tokoh Kepolisian merupakan langkah strategis dalam memberikan penanaman nilai-nilai moral dan profesional Kepolisian kepada Taruna Akademi Kepolisian. Kegiatan dalam bentuk Transformasi Nilai-nilai Kepemimpinan Polri dari Masa ke masa memberika suasana baru dalam metode Pengasuhan Taruna, sehingga Taruna memiliki ragam pengalaman yang dapat diperolehnya dari tokoh tersebut.
Tindak lanjut kegiatan ini diimplementasikan dalam wujud kegiatan Pengasuhan oleh para Pengasuh Taruna. Dari kegiatan pengasuhan tersebut dapat menjadi upaya efektif dalam sistem Pengasuhan untuk mempercepat proses penanaman nilai-nilai moral, kedisiplinan, profesionalisme dan nilai-nilai Kepolisian dalam pribadi setiap Taruna Akademi Kepolisian. Ragam kegiatan Pengasuhan yang dinamis berjalan dalam susana kemitraan yang mengedepankan sifat asah, asih, dan asuh. Dalam hal ini Taruna tidak semata ditempatkan sebagai objek Pengasuhan melainkan juga sebagai subjek.

About ferli1982

Menjalani hidup dengan riang gembira ... enjoy ur life!!!

Posted on Februari 1, 2013, in Menulis itu Indah. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada PENGASUHAN TARUNA.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: