PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET BAGI KEMAJUAN TARUNA AKADEMI KEPOLISIAN

akpol

Sungguh sulit dibayangkan, apa jadinya dunia tanpa kemajuan teknologi seperti yang ada saat ini. Untuk menabung maka kita harus pergi dan mengikuti antrian panjang di bank tempat kita membuka tabungan, untuk berbelanja maka kita harus menggunakan uang cash yang bisa sewaktu-waktu dicuri atau menjadi korban pencopetan, atau setidaknya kita harus rela mengetik dengan mesin ketik tua yang berisik.
Ya, kemajuan teknologi telah memberikan kemanfaatan yang cukup besar bagi manusia. Berbagai pekerjaan dapat menjadi lebih mudah setelah adanya kemajuan teknologi tersebut, setidaknya kita dapat melakukan proses transaksi bank dengan tanpa harus mengikuti antrian, kita bisa berbelanja tanpa harus membawa uang cash yang bisa memenuhi dompet, serta kita tidak perlu susah-susah mendengarkan berisiknya suara mesin ketik tua karena komputer telah membuat pekerjaan kita menjadi amat mudah. Tidak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi telah merubah peradaban hidup umat manusia secara global, begitu pula dengan kehadiran teknologi internet. Keberadaan internet bermula pada akhir dekade 60-an saat United States Department of Defense (DoD) memerlukan standar baru untuk komunikasi Inter-networking. Yaitu standar yang mampu menghubungkan segala jenis komputer di DoD dengan komputer milik kontraktor militer, organisasi penelitian dan ilmiah di universitas.
Namun saat ini, keberadaan internet telah membuka wajah baru peradaban umat manusia dengan segala kelengkapan dan kemampuan memberikan informasi kepada seluruh manusia di dunia secara cepat dan real time. Dengan mengakses internet maka nyaris segala pengetahuan dapat kita dapatkan dengan sekejap tanpa harus menunggu lama. Pengetahuan tersebut tidak hanya sebatas pada referensi dalam negeri Indonesia semata, namun juga segala informasi dari seluruh penjuru dunia dapat kita dapatkan dengan sangat mudah.
Berkembangnya teknologi internet secara global, tidak hanya memberikan pengaruh pada bidang teknologi semata, namun juga berdampak besar pada dunia pendidikan, budaya, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan, serta bidang-bidang kehidupan lainnya. Tidak sedikit para politikus yang memanfaatkan canggihnya teknologi internet sebagai wadah berpolitik, begitu pula dengan sektor ekonomi dengan menjamurnya peluang usaha serta wahana baru dalam bertransaksi ekonomi. Sebut saja berkembangnya berbagai situs jual beli seperti e-buy, proses transaksi internet banking, dan sebagainya.
Kepolisian sebagai institusi penegak hukum, juga mengalami dampak yang diakibatkan dari majunya teknologi ini. Dari sisi publikasi, Kepolisian mulai mengedepankan proses transformasi informasi publik melalaui berbagai situs resmi yang dimiliki oleh Polri. Pada tingkat pusat Polri memiliki situs resmi dengan alamat http://www.polri.go.id , ditingkat Polda pun demikian. Banyak dari satuan wilayah yang telah memiliki situs resmi seperti http://www.lodaya.web.id/ milik Polda Jawa Barat, atau http://www.polres-pasuruan.com/ milik Polres Pasuruan, serta masih banyak lagi situs-situs internet lainnya.
Dalam situs tersebut, berbagai tampilan dapat dinikmati oleh berjuta-juta manusia yang membutuhkan informasi seputar kegiatan satuan kepolisian tersebut. Seperti informasi pendaftaran polisi, profil organisasi, profil pejabat, kegiatan satuan wilayah, sampai dengan pelayanan publik semisal laporan pengaduan, keluhan masyarakat, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, salah satu contoh teraktual adalah tersedianya informasi seputar lalu lintas yang dilaksanakan oleh National Traffic Management Center (NTMC) Mabes Polri. Dimana masyarakat luas dapat mengetahui berbagai informasi mengenai arus lalu lintas diberbagai wilayah Indonesia. Program ini bahkan terkoneksi langsung dengan situs jejaring sosial semisal twitter dan dapat diakses bagi para pengguna tablet android.
Perkembangan ini mau tidak mau membawa dampak pula pada sisi pendidikan dan pelatihan Polri, khususnya yang terdapat dalam Akademi Kepolisian (Akpol). Para taruna diharapkan dapat menjadi sosok perwira Polri yang ‘melek’ teknologi. Bukan sekedar tahu, namun harus mampu mengoperasionalkan teknologi ini. Tidak sebatas bisa komputer namun harus memahami seluk beluk teknologi yang mengikutinya seperti internet dan berbagai perkembangannya. Hal ini menjadi penting, mengingat dunia pendidikan pun telah berkembang dengan cepatnya akibat dari canggihnya teknologi, disamping itu pula kemajuan teknologi akan berdampak pada tugas pokok anggota polisi itu sendiri. Misalnya pada bidang penegakan hukum, kemajuan teknologi membawa dampak yang signifikan pada perkembangan kejahatan seperti cybercrime, fraud, money laundering dan sebagainya. Pada bidang pelayanan, teknologi internet telah membuka ruang maya yang memungkinkan adanya pelayanan publik secara online.

E-Learning dalam Proses pembelajaran di Akademi Kepolisian
Salah satu dampak kemajuan teknologi internet pada dunia pendidikan diwakilkan oleh program electronic learning dan electronic library. Untuk saat ini, kedua program tersebut bukanlah sebuah barang baru lagi, namun telah menjadi persyaratan bagi sebuah lembaga pendidikan formal yang modern. Lembaga pendidikan baik di Indonesia maupun didunia telah berlomba-lomba memperkenalkan metode pembelajaran e-learning pada situs resmi mereka serta mengenalkan konsep perpusatakaan dunia maya (e-library) yang memungkinkan para peserta didik untuk mengakses berbagai buku, jurnal, atau pun profiling pribadi seperti biodata maupun nilai pelajaran mereka pada program tersebut.
Program pembelajaran dengan menggunakan e-learning memungkinkan para peserta didik untuk melakukan proses belajar mengajar dengan mudah, cepat, dan sederhana. Bisa dibayangkan, dalam setiap tahunnya berapa modul yang harus dicetak oleh Akpol guna diperuntukkan bagi setiap taruna. Dengan metode e-learning, modul pelajaran dapat diubah kedalam wujud softcopy yang disimpan dalam sebuah Learning Management System (LSM) yang terintegrasi secara lokal. Kemudian program ini juga memungkinkan para taruna untuk berinteraksi dengan dosen pengajar kapan pun dan dimanapun (time and place flexibility), baik dalam bentuk message board discussion maupun person to person dalam wujud email. Selanjutnya program e-learning ini juga memungkinkan tersimpannya berbagai materi pelajaran dengan aman dan mudah di perbaharui. Sehingga berbagai pembaharuan mengenai materi pelajaran dapat selalu di update secara cepat.
Program e-learning juga dapat dijadikan sebagai salah satu wahana untuk melakukan evaluasi pembelajaran. Para taruna dapat menguji sampai dimana tingkat kemampuan dan pengetahuan mereka mengenai suatu materi pendidikan. Penulis sendiri pernah berkesempatan melihat langsung contoh penggunaan program e-learning dalam evaluasi pembelajaran. Ini dipraktekkan oleh para calon polisi dinegara Singapura (Singapore Home Team Academy), dimana peserta didik diwajibkan untuk membaca sebuah modul tentang Roadblock and Immediately Temporary Alarm (ITA) dan kemudian diwajibkan pula untuk menjawab beberapa pertanyaan. Jika gagal (failed) maka peserta didik wajib mengulang sampai dengan mereka menguasai materi tersebut. Sudah saatnya Akademi Kepolisian memanfaatkan kemajuan teknologi internet ini untuk meningkatkan potensi dan kemampuan para taruna Akpol, sehingga taruna dapat lebih siap dalam menghadapi perkembangan jaman.

E-Library Sebagai Wahana Menggali Ilmu
Harus diakui, minat membaca dari seorang Taruna Akpol masih belum dimaksimalkan. Salah satu kendala yang ada adalah terbatasnya ketersediaan buku yang terdapat di perpustakaan Akademi Kepolisian. Namun demikian, pada kenyataannya masih banyak hambatan lain yang menjadi kendala bagi seorang taruna untuk mau membaca. Tidak bisa tidak, buku adalah salah satu sumber ilmu yang bisa menambah pengetahuan dan kemampuan seseorang. Dewasa ini, kebutuhan akan pendidikan utamanya yang didapat dari buku, menjadi sebuah kebutuhan yang tidak terbantahkan. Kemajuan teknologi memberikan dorongan bagi kemunculan buku-buku dalam wujud e-book.
Dalam upayanya menjadi sebuah Lembaga Pendidikan berstandard internasional, Akademi Kepolisian dihadapkan pada tantangan teknologi untuk membuat sebuah perpustakaan digital dalam wujud e-library. Perpustakaan digital ini memungkinkan para taruna untuk mengakses berbagai buku secara online, sehingga dapat menghilangkan kendala jarak dan waktu untuk membaca sebuah buku. Disamping itu, perpustakaan digital juga dapat menghimpun berbagai syarat hasil akhir pendidikan Akpol, dalam hal ini adalah skripsi sebagai syarat kelulusan bagi Taruna Akpol. Dengan demikian dapat diciptakan berbagai referensi pelajaran yang sangat berguna bagi para taruna.
Saat ini, banyak universitas berstandard internasional yang telah memiliki perpustakaan digital dengan berbagai fitur menarik didalamnya. Secara umum, keberadaan e-library di Akpol memungkinkan untuk dilakukannya fungsi penyimpanan dokumentasi dan informasi mengenai data para lulusan Akpol dari tahun ke tahun termasuk informasi mengenai sejarah sebuah angkatan. Data tersebut bisa berupa profil lulusan, tradisi dari tahun ke tahun, serta berbagai informasi yang mengikuti satu angkatan tersebut. Kemudian fungsi pendidikan, dimana perpustakaan digital dapat menjadi sarana mencari referensi dari berbagai buku secara digital serta koneksi dengan berbagai jurnal ilmiah lainnya yang terdapat diseluruh dunia. Selanjutnya adalah fungsi rekreasi dan kultural, perpustakaan digital dapat menyimpan berbagai buku tentang cerita, novel, lagu kepolisian, karikatur dan sebagainya. Dengan demikian, keberadaan perpustakaan digital ini dapat benar-benar menjadi sarana bagi para taruna Akpol untuk meningkatkan wawasan dan menambah pengetahuan mereka yang tentu saja akan sangat berguna pada saat mereka bertugas sebagai seorang perwira Polri nantinya.

Penutup
Kemajuan teknologi dan perkembangan jaman pada akhirnya membuka peluang bagi lembaga pendidikan Polri untuk mempersiapkan calon-calon pimpinan Polri dimasa datang yang melek teknologi. Hal ini tentu saja memiliki nilai positif yang luar biasa apabila benar-benar diwujudkan dikampus Akpol yang tengah berbenah untuk mewujudkan Akademi Kepolisian sebagai salah satu World Class Police Academy yang memiliki standard internasional. Pemanfaatan e-learning dan e-library di Akademi Kepolisian bukan semata sebagai wujud penggunaan teknologi saja, melainkan pula erat kaitannya dengan tugas Kepolisian dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat serta tugas polisi sebagai aparat penegak hukum.
Penggunaan teknologi ini memang tidak hanya memberikan dampak positif saja, namun pasti akan menyisakan dampak negatifnya. Dampak ini berkaitan dengan dimungkinkannya akses pada situs-situs terlarang seperti situs pornografi dan situs judi, serta akses komunikasi dengan pihak luar yang terbuka lebar. Penulis sendiri berpendapat bahwa dampak negatif tersebut dapat diminimalisir dengan peraturan penggunaan yang diperketat dengan disertai sanksi hukuman kepada taruna yang melanggarnya.
Atas dasar hal tersebut, penulis secara pribadi mendorong digunakannya sistem teknologi informasi berupa program e-learning dan e-library di lingkungan Akademi Kepolisian. Hal ini dikarenakan dampak positif yang akan diperoleh sangat besar bagi peningkatan kemampuan dan keterampilan taruna sebagai seorang calon perwira polisi. Kondisi ini juga dapat menjadi momentum yang baik dalam mewujudkan cita-cita pimpinan Polri untuk menjadikan Lemdikpol Akademi Kepolisian sebagai World Class Police Academy.

Jaya selalu almamater ku-

About ferli1982

Menjalani hidup dengan riang gembira ... enjoy ur life!!!

Posted on Mei 21, 2012, in Makalah Lepas, Menulis itu Indah. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET BAGI KEMAJUAN TARUNA AKADEMI KEPOLISIAN.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: