PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIK DENGAN PENDEKATAN ANALISA SWOT TERHADAP KERAWANAN DEMONSTRASI

BAB I
PENDAHULUAN

Era Reformasi yang terjadi di Indonesia menunjukan betapa kritisnya integrasi bangsa yang terjadi di negara kita. Betapa rapuhnya sendi-sendi kenegaraan yang selama ini dipengaruhi oleh permainan-permainan politik, sosial dan hukum. Hal ini merupakan titik kulminasi dimana terjadi ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum serta sebagai tantangan bagi polri khususnya dalam menghadapi aksi-aksi demonstrasi dimana-mana yang melibatkan sejumlah kelompok yang dengan seenaknya mempermainkan kekuasaannya untuk kepentingannya dengan mengatasnamakan rakyat , yang mana kecendrungan masyarakat sekarang ini dapat dipengaruhi serta digerakan hanya dengan memberikan sesuatu yang hal tersebut merupakan kebutuhan yang paling penting untuk sekedar menyambung hidupnya sehari-hari. Krisis ekonomi merupakan salah satunya yang menyebabkan masyarakat tergerak akan ikut dalam aksi-aksi demonstrasi karena mereka banyak dibayar oleh kelompok kelompok tertentu yang kesemuanya itu mengatasnamakan rakyat sehingga mereka menjadi korban permainan para elit politik demi kepentingan individu kelompok tersebut. Namun tidak semua aksi-aksi demonstrasi dilakukan secara brutal/anarkhis, ada juga pelaksanaan aksi-aksi demonstrasi ini dilakukan secara damaiyang mana mereka melakukannya benar-benar untuk memperjuangkan nasib rakyatnya, akan tetapi dari aksi-aksidemonstrasi tersebut sudah tentu akan timbul kerawanan-kerawanan yang sewaktu waktu kerawanan itu akan muncul kepermukaan yang menyebabkan aksi-aksi demonstrasi tersebut berubah kepada aksi-aksi kekerasan yang bersifat anarkhis.
Oleh sebab itu sebagai seorang Kapolres Tuban, di mana daerah Tuban memiliki karakteristik yang sangat rentan terhadap terjadinya demonstrasi, disadari agar demonstrasi tersebut tidak berkembang ke arah yang anarkis dan berakibat pada kerugian yang lebih besar maka dalam mengendalikan situasi keamanan diwilayahnya khususnya menghadapi aksi-aksi demonstrasi, perlu adanya suatu strategi dalam menghadapai permasalahan ini dengan cara analisis SWOT. Analisa SWOT merupakan salah satu instrumen analisis yang dapat digunakan oleh para pembuat keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh organisasinya. SWOT merupakan akronim dari Strenghts (kekuatan yang berisi tentang kemampuan, keunggulan, keterampilan dan sumber-sumber yang dimiliki oleh suatu organisasi, Weaknesses (kelemahan ), yaitu memuat tentang keterbatasan, atau kekurangan dalam hal sumber, kemampuan dan keterampilan yang menjadi penghalang kinerja organisasi, Oportunities ( peluang ), berbagai situasi lingkungan yang menguntungkan bagi suatu organisasi, Threats ( ancaman ), faktor lingkungan yang tidak menguntungkan suatu organisasi ( Sondang Siagian, 2001).
Oleh karena itu untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan Polri, maka selaku seorang Kapolres Tuban harus mampu mengidentifikasi masalah untuk menentukan alternatif keputusan yang bersifat strategis melalui analisa SWOT. Harapannya adalah aksi-aksi demonstrasi yang terjadi tidak menjadi aksi yang bersifat anarkhis yang dapat menimbulkan kerawanan-kerawanan yang dapat mengganggu terpeliharanya Kamtibmas diwilayah hukum Polres Tuban.

BAB II
PERMASALAHAN

Pada penulisan makalah ini pokok permasalahan yang diidentifikasi adalah bagaimana proses “ Pengambilan keputusan strategik oleh seorang Kapolres terhadap kerawanan aksi demonstrasi dengan menggunakan pendekatan analisa SWOT “ khususnya di wilayah hukum Polres Tuban.

BAB III
PEMBAHASAN

1. Kondisi Awal Polres Tuban dan jajarannya.
Pada uraian mengenai kondisi awal situasi dan kondisi wilayah Polres Tuban, penulis tidak menjelaskan secara rinci mengenai aspek asta gatra dan karakteristik kerawanan daerah. Hal ini telah cukup dijelaskan pada bab pendahuluan di atas. Oleh sebab itu penulis akan menguraikan kondisi Polres Tuban baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal dengan menjelaskan aspek-aspek pendekatan analisa SWOT yang diidentifikasi oleh penulis guna pengambilan keputusan strategik dalam menghadapi demonstrasi yang terjadi di Polres Tuban yaitu sebagai berikut :
a. STRENGTH (Kekuatan)
1) 1 SSK Dalmas Polres Tuban
2) 1 Ton Gabungan Dalmas Polsek Jajaran Res-Tuban
3) Seperangkat tameng fiber glass untuk satu Ton Dalmas
4) Senjata pelontar, gas air mata, pisto super-7; tongkat dan helm untuk 1 Ton Dalmas
5) Alat Komunikasi
6) 1 (satu) kendaraan) Dalmas
7) Protap Sispam Kota

b. WEAKNESSES (Kelemahan)
1) Kemampuan anggota dalam menghadapi demonstrasi masih kurang khususnya bagi personel dari Polsek jajaran
2) Sikap emosional yang masih menonjol dalam menghadapi para demonstran
3) Perwira Negosiator masih belum memadai baik secara kualitas maupun secara kuantitas
4) Masih minimnya peralatan Dalmas
5) Jumlah personil yang masih terbatas
6) Anggaran dana yang masih terbatas
7) Sarana dan prasarana penunjang lainnya seperti kendaraan bermotor, alat komunikasi masih terbatas
8) Minimnya kemampuan deteksi dini Fungsi Intelijen terhadap munculnya demonstrasi

c. OPPORTUNITIES (Peluang)
1) Telah terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik Polres Tuban dengan tokoh masyarakat dan tokoh politik (partai)
2) Letak bangunan vital (gedung DPRD, kantor Bupati, PT. Semen Gresik) yang sangat strategis bagi penanganan demonstrasi yang terjadi di tempat tersebut.
3) Terjalinnya kerja sama dan koordinasi yang baik antara Polsek jajaran dengan tokoh masyarakat setempat
4) Adanya kesiapan dari instansi samping dalam menghadapi demonstrasi ( dinas pemadam kebakaran, Kompi Senapan, Kodim Tuban, Dinas Kesehatan Tuban dan lain-lainnya.
5) Adanya partisipasi dari masyarakat dalam memberikan bantuan khususnya transportasi guna pergeseran pasukan.
6) Kemudahan koordinasi dan dukungan dari satuan atas (Polwil Bojonegoro) serta satuan samping (Polres Lamongan, Polres Bojonegoro serta Kompi Brimob Bojonegoro).

d. THREATS (Ancaman)
1) Karakteristik masyarakat Tuban yang berpendirian keras sebab latar belakang ekonomi yang sebagian besar nelayan.
2) Budaya minuman tuak bagi masyarakat Tuban sebelum melaksanakan kegiatan.
3) Adanya sikap fanatik yang berlebihan dari masyarakat Tuban terhadap calon atau kandidat.
4) Adanya LSM yang memiliki kemampuan memobilisasi massa
5) Adanya simpatisasn dari luar daerah khususnya daerah Sarang yang juga memiliki karakteristik yang serupa (berpendirian keras dan emosional).

2. Analisa SWOT
Setelah mengidentifikasi unsur-unsur dari setiap aspek SWOT di atas, maka penulis akan menguraikan strategi dalam analisis SWOT. Keempat strategi analisis SWOT yaitu :
a. Strategi Comparative Advantage
Strategi ini menekankan pada penggunaan semua potensi kekuatan Polres Tuban untuk memanfaatkan semua peluang yang telah diidentifikasi bagi upaya penanganan demonstrasi secara efektif dan efisien adalah sebagai berikut :
– Penggalangan setiap tokoh masyarakat dan tokoh politik agar secara bersama-sama dengan pasukan dalmas Polres Tuban, tampil dalam menghadapi dan meredam setiap demonstrasi yang terjadi agar tidak mengarah ke tindakan anarkis.
– Penerapan Sispam Kota secara terpadu yang melibatkan seluruh potensi yang ada (satuan samping, satuan atas, serta potensi masyarakat)
– Dislokasi pasukan pengendali massa dengan memperhatikan letak strategis dari bangunan vital (dekat laut Jawa), sehingga memudahkan pasukan Dalmas menggiring para demonstrans menjadi terpecah.

b. Strategi Mobilization
Strategi ini menekankan pada penanggulangan kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang ada di Polres Tuban dalam penanganan demonstrasi yang efektif dan efisien adalah sebagai berikut :
– penggunaan bantuan personil dari satuan atas (BKO Brimob dsb) diharapkan mampu menutupi kelemahan dari personil Polres Tuban khususnya anggota Polsek jajaran Res – Tuban yang tergabung dalam Ton gabungan Dalmas.
– Keberadaan tokoh masyarakat dan tokoh politik yang bersama dengan pasukan Dalmas, diharapkan mempu meredam tingkat emosional baik dari anggota maupun dari demonstran agar menghindar terjadinya bentrokan antar anggota Polri dengan pengunjuk rasa yang akan mengakibatkan jatuhnya korban.
– Pemanfaatan bantuan potensi masyarakat khususnya dalam sarana transportasi guna pergeseran pasukan
– Pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh satuan atas guna menutupi keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki Polres Tuban dalam menghadapi demonstran.
– Partisipasi masyarakat khususnya bagi pemberian bantuan finansial diharapkan mampu menekan biaya operasional yang dikeluarkan oleh Polres Tuban dalam penanganan demonstrasi.

c. Strategi Investment / Divestment
Pola dari strategi ini adalah memakai kekuatan yang dimiliki oleh Polres Tuban untuk menghindari ancaman yang telah diidentifikasi dalam penanganan demonstrasi, yaitu sebagai berikut :
– dislokasi pasukan dalmas diprioritaskan pada daerah yang rawan terjadinya gejolak yang berakibat pada timbulnya demonstrasi yang lebih besar
– penempatan pasukan dalmas pada titik-titik konsentrasi massa yang dimobilisasi oleh LSM dan sebagainya.
– Penempatan pasukan Ton Gabungan dalmas Polsek jajaran Res-Tuban guna mencegat masuknya para simpatisan dari luar daerah.
– Melakukan pembubaran sedini mungkin khusus bagi konsentrasi massa yang sering berkumpul sambil minum tuak

d. Strategi Damage Control
Strategi ini menekankan pada memperkecil kelemahan yang ada pada satuan Polres Tuban dan menghindari ancaman yang telah diidentifikasi dalam penanganan demonstrasi guna menghindari timbulnya kerugian yang lebih besar (mengendalikan kemungkinan kerusakan yang ditimbulkan) yaitu sebagai berikut :
– Anggota pasukan dalmas Polres Tuban yang mempunyai temperamen tinggi (cepat emosi) tidak diikutkan dalam penanganan demonstrasi pada barisan depan agar tidak mudah terjadinya bentrokan dengan para demonstrans.
– Meningkatkan kemampuan anggota pasukan dalmas khususnya anggota Polsek dengan seringnya mengadakan pelatihan-pelatihan dalam menghadapi para demonstrans.

3. Alternatif Strategi Penanganan Demonstrasi
Berdasarkan uraian analisa SWOT tersebut di atas, penulis berpendapat bahwa Kapolres Tuban dapat mengidentifikasi alternatif-alternatif strategi bagi penanganan demonstrasi yang terjadi secara efektif dan efisien di wilayah Polres Tuban yaitu :
a. strategi keunggulan komparatif berupa penerapan sispam kota yang melibatkan seluruh potensi yang ada dan koordinasi, kerja sama serta keberadaan tokoh masyarakat maupun tokoh politik dalam menangani unjuk rasa di Polres Tuban
b. strategi mobilization yang menekankan pada dukungan satuan atas serta satuan samping guna menutupi keterbatasan sarana dan prasarana serta keterbatasan personil dalam menghadapi demonstrasi.
c. Strategi investment / divestment yang berupa kebijakan Kapolres terhadap dislokasi pasukan dalmas secara cepat dan tepat pada lokasi strategis bagi penanganan para demonstran serta titik-titik konsentrasi massa.

4. Keputusan Strategik yang diambil
Setelah menganalisa ketiga alternatif strategi yang muncul dari pendekatan analisa SWOT terhadap penanganan demonstrasi di Polres Tuban, maka penulis berpendapat bahwa keputusan strategik yang diambil adalah strategi comparative advantage (keunggulan komparatif) yaitu penerapan sistem pengamanan kota yang terpadu (melibatkan instansi samping, satuan samping dan satuan atas serta potensi masyarakat yang ada).

BAB IV
PENUTUP

Dari uraian tersebut di atas, maka penulis berkesimpulan bahwa : keputusan strategis yang diambil oleh Kapolres Tuban dalam penanganan demonstrasi secara efektif dan efisien adalah strategi comparative advantage (keunggulan komparatif) yaitu penerapan sistem pengamanan kota yang terpadu (melibatkan instansi samping, satuan samping dan satuan atas serta potensi masyarakat yang ada).
Demikian pembahasan penanganan demonstrasi di wilayah Polres Tuban dengan pendekatan analisa SWOT, disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Namun demikian makalah ini dapat dijadikan gambaran terhadap pemahaman dan implementasi teori analisa SWOT.

About ferli1982

Menjalani hidup dengan riang gembira ... enjoy ur life!!!

Posted on Maret 26, 2012, in Administrasi Kepolisian. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIK DENGAN PENDEKATAN ANALISA SWOT TERHADAP KERAWANAN DEMONSTRASI.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: