SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN KEPOLISIAN

  1. PENDAHULUAN

 

Bukan merupakan hal asing lagi saat ini apabila kita berbicara mengenai manajemen dalam kehidupan kita sekarang. Karena dalam kehidupan modern hampir semua organisasi memerlukan manajemen, dan tidak ada organisasi yang dapat berhasil dengan baik tanpa menggunakan manajemen yang baik pula.

Kepolisian sebagai salah satu organisasi yang ada diseluruh negara yang ada di dunia juga tidak terlepas dari penggunaan manajemen dalam pengelolalaannya. Dan karena itulah manajemen sangat perlu untuk dipelajari dan diterapkan secara baik dan benar dalam organisasi kepolisian.

Pada dasarnya manajemen sudah dilakukan sejak manusia membentuk kelompok – kelompok dalam kehidupannya. Karena secara umum dilihat dari pengertiannya bahwa manajemen adalah proses suatu organisasi untuk mencapai tujuan dengan menggunakan orang lain. Kemudian manajemen sendiri tidak dapat dilepaskan dari organisasi, tujuan, yang memimpin, dn kemampuan memimpin. Yang pada dasarnya semua itu ada dalam setiap kelompok manusia yang berbentuk suatu organisasi.

Tentunya dari pernyataan diatas kita akan bertanya, kapan manajemen dipelajari sebagai suatu ilmu pengetahuan. Hal inilah yang akan dicoba dijelaskan dalam tulisan ini baik mengenai perkembangan manajemen secara umum itu sendiri maupun perkembangan manajamen kepolisian sebagi salah satu manajemen terapan. Karena manajemen kepolisian sendiri sebenarnya tidak terlepas dari perkembangan manajemen secara umum.

 

  1. SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN

 

Sejarah perkembangan manajemen secara umum dapat dapat dilihat dari aliran – aliran dan pendekatannya terhadap teori – teori manajemen sebagai berikut :

  1. Aliran Manajemen  Ilmiah
  2. Aliran Teori Organisasi Klasik
  3. Aliran Tingkah laku
  4. Aliran Ilmu Manajemen
  5. Pendekatan Sistem
  6. Pendekatan Kontijensi
  7. Keterlibatan Dinamik

 

Teori manajemen secara ilmiah muncul sebagian dari kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas. Teori manajemen ilmiah ini dimulai dari sekitar tahun 1890. Tokoh – tokoh yang termasuk dalam aliran ini adalah Frederick W. Taylor, Henry L. Gantt, serta Gilberth bersaudara ( Frank dan Lilian Gilberth ).

Frederick W. Taylor ( 1856-1915 ) mendasarkan sistem manajemen pada studi waktu lini produksi.Taylor percaya bahwa manajemen dan tenaga kerja mempunyai kepentingan bersama dalam meningkatkan produktivitas.

Henry L. Gantt ( 1861-1919 ) bekerja dengan Taylor untuk beberapa proyek. Kemudian Gantt mulai mempertimbangkan sistem insentif dari Taylor. Dia meninggalkan sistem tarif yang berbeda. Kemudian dia membuat ide baru yaitu memberikan bonus terhadap setiap penyelesaian tigas yang dibebankan kepada pekerja, disamping iotu juga memberikan bonus kepada supervisor yang pekerjanya mencapai standar. Disamping itu Gantt memelopori penggunaan sistem pencatatan dengan bagan untuk jadwal produksi produksi.

Frank B. dan Lilian Gilberth ( 1868-1924 dan 1878-1972 ) memberikan kontribusi bagi gerakan manajemen ilmiah. Mereka mempelajari kelelahan dan gerakan serta memfokuskan pada berbagai cara untuk mendorong kesejahteraan pekerja individual. Bagi mereka tujuan akhir dari manajemen ilmiah adalah membantu para pekerja mencapai potensial penuh sebagai manusia.

Apabila manajemen ilmiah memikirkan cara meningkatkan produktivitas dari pabrik dan individu pekerja, maka teori organisasi klasik menumbuhkan kebutuhan untuk menemukan pedoman pengelolaan organisasi kompleks seperti pabrik. Tokoh-tokohnya adalah Henry Fayol, Max Weber, Mary Parker Follett, Chester I. Barnard.

Henry Fayol ( 1841-1925 ) pada umumnya diakui sebagai penemu aliran manajemen klasik – bukan karena dia adalah orang pertama yang menemukan tingkal laku manajerial, tetapi karena dia adalah orang pertama yang membuatnya menjadi sistematik. Fayol percaya bahwa praktek manajemen yang mantap mempunyai pola tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. Dari pemahaman dasar ini, dia membuat rancangan untuk doktrin manajemen yang kompak, salah satu yang masih tetap mempunyai kekuatan sampai hari ini.

Max Weber ( 1864-1920 ) mengembangkan sebuah teori mengenai manajemen birokrasi yang menekankan pada kebutuhan akan hierarkhi yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas. Menurut dia organisasi ideal pastilah sebuah birokrasi yang aktivitas dan tujuan dipikirkan secara rasional dan pembagian tugas dari para karyawannya dinyatakan dengan jelas. Weber juga percaya bahwa kompetensi tehnik harus ditekankan dan bahwa evaluasi prestasi kerja harus berdasarkan pada keunggulan.

Mary Parker Follett ( 1868 – 1933 ) adalah salah seorang yang ikiut membangun kerangka kerja dasar aliran klasik. Akan tetapi , dia memperkenalkan banyak elemen baru, terutama dalam bidang hubungan manusia dan struktur organisasi. Dalam hal ini, dia memelopori kecenderungan yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh aliran tingkah laku dan ilmu manajemen yang muncul kemudian.

Chester I. Barnard ( 1886 – 1961 ) memperkenalkjan beberapa elemen teori yang klasik yang juga dikembangkan dalam aliran selanjutnya.Dengan pengalaman kerja dan pengetahuannya yang diperoleh dari bidang sosiologi dan filosofi dia merumuskan teori mengenai organisasi. Menurut dia sebuah perusahaan dapat beroperasi secara efisien dan tetap bertahan hanya kalau sasaran organisasi dibuat seimbang dengan tujuan dan keperluan individual yang bekerja untuk perusahaan tersebut.

Aliran tingkah laku m unculsebagian karena pendekatan klasik tidak berhasil mencapai produksi efisien dan harmoni di tempat kerja yang memadai. Manajer menjadi frustasi karena orang tidak selalu mengikuti pola tingkah laku yang diramaikan atau diharapkan. Jadi terdapat minat yang semakin besar untuk membantu manajer agar lebih efektif dalam berhubungan dengan sisi manusia dari organisasi mereka. Beberapa ahli teori memcoba memperkuat teori organisasi klasik dengan pemahaman sosiologi dan psikologi. Tokoh tokoh aliran ini seperti Elton Mayo, Abraham Maslow, dan Douglas McGregor.

Elton Mayo ( 1880 – 1949 ) adalah orang yang meneliti mengenai Hewthorne Effect (pengaruh Hewthorne). Hal ini adalah salah satu interpretasi Elton Mayo dan kawan – kawannya dalam penelitian yaitu kemungkinan bahwa pekerja yang menerima perhatian khusus akan bekerja lebih baik hanya karena mereka menerima perhatian tersebut.

Abraham Maslow dan Duglas McGregor menulis mengenai manusia aktualisasi diri. Mereka bekerja menebarkan pemikiran baru mengenai bagaimana hubungan dapat menguntungkan pengaturan dalam organisasi. Mereka juga menyimpulkan bahwa manusia menginginkan lebih dari sekedar kepuasan atau penghargaan instan. Bila manusia demikian kompleks dalam cara mereka hidup, maka hubungan organisasi mereka diperlukan untuk mendukung kompleksitas itu. Teori Maslow terkenal dengan hierarki kebutuhannya, sedangkan McGregor terkenal dengan Teori X dan Y.

Aliran Ilmu Manajemen merupakan hasil dari perang dunia kedua. Dimana dalam perang dunia ke-2 Inggris membentuk tim operational research, demikian juga ketika Amarika ikut berperang. Prosedur operational research bertahun-tahun kemudian diformalkan menjadi apa yang sekarang lebih sering disebut aliran ilmu manajemen.

Aliran ini populer lewat dua fenomena pasca perang yaitu perkembangan komputer berkecepatan tinggi dan komunikasi diantara komputer membuka jalan untuk menangani masalah organisasi berskala besar, serta penerapan ilmu manajemen oleh Robert Mc Namara di Ford Motor Company ( demikian pula pada waktu dia menjadi Menteri Pertahanan masa Johnson ).

Selanjutnya ada tiga perspektif tambahan mengenai teori manajemen yang semakin penting yaitu pendekatan sistem, pendekatan kontijensi, dan pendekatan keterlibatan dinamik.

Pendekatan sistem untuk manajemen memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, sitem dengan tujuan yang terdiri dari bagian – bagian yang saling berkaitan.Pendekatan ini memberikan kemungkinan para manajer untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas. Teori sistem meramalkan bahwa aktivitas setiap segmen organisasi mempengaruhi aktivitas segmen lainnya, dengan tingkat pengaruh yang berbeda.

Pendekatan Kontijensi merupakan pandangan yang menyatakan bahwa tehnik manajemen yang paling baik memberikan kontribusi untuk pencapaian sasaran organisasi yang mungkin bervariasi dalam situasi atau lingkungan yang berbeda, atau disebut juga pendekatan situasional.

Pendekatan Dinamik merupakan pandangan bahwa waktu dan hubungan manusia mendesak manajemen untuk memikirkan ulang pendekatan tradisional dalam menghadapi perubahan yang terus menerus berlangsung dengan cepat.

 

 

  1. SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN KEPOLISIAN

 

Sejarah perkembangan manajemen kepolisian dapat dilihat dalam beberapa periode. Dalam setiap periode tersebut memberikan kontribusi utama terhadap perkembangan manajemen kepolisian. Pada dasarnya perkembangan manajemen kepolisian tidak terlepas dari perkembangan manajemen secara umum. Akan tetapi dalam hal ini ada beberapa aliran dalam manajemen secara umum yang memberikan kontribusi yang sama pada manajemen kepolisian maka disatukan.

Pertama, yaitu periode revolusi industri atau periode model manajemen tradisional (1750-1900). Tokoh- tokohnya antara lain Sir Robert Peel, Charles Rowan, Richard Maynes, John Moore, Hanry dan John Fielding. Kontribusi utama periode ini terhadap manajemen kepolisian adalah mengenai manusia ekonomi, administrasi sentral, model semi militer, pangkat, kepemimpinan yang kuat, tujuan pemolisian adalah pencegahan kejahatan.

Kedua , yaitu periode Scientific Management ( 1900-sekarang). Tokoh-tokohnya antara lain : Max Weber, O.W. Wilson, F.Taylor, Henry Fayol, Raymond Fosdick, Elmer D. , Graper, Bruce Smith, August Vollmer, V.A. Leonard, Dwight Waldo, dan William Parker. Kontribusinya terhadap manajemen kepolisian adalah Birokrasi modern, kesatuan komando, pelayanan sipil, divisi tenaga kerja, spesifikasi, kewenagan satu arah, kontrol berjenjang, kehadiran petugas patroli disemua tempat, hierarki.

Ketiga, yaitu periode hubungan manusia dan manajemen partisipatif ( 1925 hingga sekarang ). Tokoh-tokohnya antara lain : Elton Mayo, Chester I. Barnard, Leonard Fuld, Hawthorne, Frederick Herzberg, R.R. Blake dan J.S. Mouton, Rensis Likert, W. Edwards Derning. Kontribusinya adalah fokus pada manajemen personil, tehnik motivasi, moral, penekanan manajemen, manajemen partisipasi dan demokrasi dengan pendekatan tim, model komunikasi, total quality management.

Keempat, yaitu periode manajemen tingkah laku (1945 sampai sekarang). Tokoh-tokohnya antara lain : Herbert Simon, Douglas Murray McGregor. Kontribusinya adalah Program Planing Budgeting System, pembangunan organisasi, Program Evaluation and Review Techniques, dan System Training and Analysis of Requirements.

Kelima, yaitu periode manajemen sistem (1960 sampai sekarang). Tokoh-tokohnya antara lain : Patrick Murphy dan James McNamara. Kontribusinya terhadap manajemen kepolisian adalah Zero Based Budgeting, Interface subsistem.

Keenam, yaitu manajemen proaktif ( 1981 sampai sekarang ). Tokoh-tokohnya antara lain : James Q. Wilson, George Kelling, Robert Trojanowicz, Herman Goldstein, Lee Brown, David Couper, dan Steven Bishop. Kontribusinya terhadap manajemen kepolisian adalah sintesis dari teori-teori manajemen terdahulu, dengan penekanan pada rencana pendahuluan dan tehnik manajemen konsultatif, komputer tehnologi tinggi, dan komunikasi.

About ferli1982

Menjalani hidup dengan riang gembira ... enjoy ur life!!!

Posted on Februari 2, 2012, in Menulis itu Indah. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN KEPOLISIAN.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: