PENANGGULANGAN TERHADAP BENCANA (DISASTER) AKIBAT KKN (KORUPSI,KOLUSI DAN NEPOTISME) MELALUI PENINGKATAN PERAN KEPEMIMPINAN NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN
Sejak kemerdekaan bangsa Indonesia telah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan nasional, dimana setiap suksesi kepemimpinan nasional hampir selalu membawa krisis poltik. Pergantian kepemimpinan nasional dari mulai Soekarno,kepada Soeharto, B.J Habibie, Gusdur sampai sekarang Megawati, telah menimbulkan krisis politik yang membawa dampak terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia.
Soeharto membawa angin baru dengan peran kepemimpinan nasional yang difokuskan kepada pertumbuhan ekonomi. Meskipun berhasil memperbaiki keadaan dibidang ekonomi, proses pembusukan yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya termasuk keluarganya sendiri, telah membawa pemerintahan dibawah kepemimpinannya jatuh akibat praktek-praktek KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ) yang telah mengakibatkan bencana ( Disaster) yang diawali pada tahun 1997 dalam bentuk krisis ekonomi yang akhirnya menjadi krisis multi-dimensional yang dialami oleh bangsa Indonesia sampai sekarang ini.
Betapa parahnya krisis ekonomi itu dapat kita baca dalam Executif Summary of the 1998 Country Economic Memorandum , tanggal 16 Juli 1999 yang diterbitkan oleh “ The World Bank Group” , yang isinya juga mencantumkan tentang posisi strategis dari kepemimpinan nasional dalam rangka pelaksanaan agenda reformasi dibidang ekonomi yang kompleks. Isi dari Executif Summary tersebut adalah sebagai berikut :
“ No country in recent history, let alone one the size of Indonesia, has ever sufferd such a dramatical reversal of fortune. The next year will be difficult and uncertain. The Economy is expected to contract this year by 10-15 percent, inflation could exceed 80 percent, and the number of poor could be double from nowadays. Recovering from this desperate situation will be slow and difficult . Much will depend on the National Leadership and whether the nation can achieve the necessary political stability for implementing a difficult and complex agenda of economic reforms”.

Situasi ini terjadi karena tidak berfungsinya peran kepemimpinan nasional dengan baik dalam mengelola kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sejalan dengan makna kepemimpinan nasional itu sendiri, yaitu kemampuan untuk mengarahkan dan mengerahkan sumber daya ,sarana dan prasarana nasional guna mencapai tujuan dan cita-cita nasional .

BAB II PEMBAHASAN

A. Permasalahan Kepemimpinan Nasional
Berdasarkan kondisi objektif bangsa indonesia dewasa ini, maka permasalahan peran kepemimpinan nasional yang tidak mampu berperan dengan baik tersebut antara lain :
1. Kepemimpinan nasional yang belum memiliki karakter untuk membela kepentingan rakyat dan selalu dihati rakyat.
2. Kepemimpinan nasional yang belum memiliki keberanian untuk mengambil keputusan nasional yang tidak populer tetapi memiliki memiliki visi jauh kedepan untuk keutuhan dan kelangsungan NKRI.
3. Kepemimpinan nasional yang belum memiliki sifat kenegarawanan yang mampu menempatkan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi maupun golongan.
4. Kepemimpinan nasional yang belum dilahirkan oleh sistem dan pengkaderan kepemimpinan bangsa .
5. Kepemimpinan nasional yang belum mampu mengatasi krisis dalam kondisi kapasitas yang sangat terbatas dan konflik kepentingan yang semakin meningkat.
B. Kepemimpian Nasional yang diharapkan
Mencermati peran kepemimpinan nasional saat ini, dengan berbagai permasalahan dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis yang dinamis, maka perlu figur kepemimpinan nasional yang mampu membawa bangsa keluar dari krisis nasional yang multi-dimensional dewasa ini. Untuk itu peran kepemimpinan nasional yang diharapkan meliputi :
1. Kepemimpinan nasional yang memiliki karakter untuk membela kepentingan rakyat dan selalu dihati rakyat. Yang dimaksud karakter tersebut adalah kepemimpinan nasional yang mempunyai karakter/sifat berjiwa pionir ( mengacu pada pendapat Prof .Roesdibjono) yaitu :
a. Siap menyerang selalu dimuka dan siap berkorban.
b. Selalu mengejar ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
c. Tidak pernah hidup gengsi-gengsian, hura-hura, nantang, namun selalu berusaha self develop sehingga kelihatan kemandiriannya.
d. Berjiwa avonturisme, berani berpetualang Vivere piricolosemente.
e. Berani hidup ditempat-tempat terpencil.
f. Non Calculative Attitude,sepi ing pamrih rame ing gawe.
g. Selalu berusaha sebagai publik servant, savior,security,welfare,educator,intertainer.
h. Selalu berusaha membuat kehidupan yang harmonis antara manusia dan lingkungan alam.
i. Selalu berpakaian sederhana,bersih rapi sesuai dengan suasana
j. Tata rambut yang biasa
k. Tidak mudah putus asa
l. Selalu berusaha mengadakan renewaly, re-Inveting dan Renivating
m. Tidak mudah terpengaruh terhadap sesuatu
n. Tidak pernah bersikap mentang-mentang.
o. Menghormati pendapat orang lain
p. Mempunyai Motto “ Talking history only without today has no fruit; tallking today only without history has no roots”
q. Dapat menyeimbangkan tradisi , modern dan masa kini.
r. Awarness and preparedness before,during and after the ecology,environment and disaster
s. Sadar terhadap kewajiban dan hak di bidang ipoleksosbudhankam
t. Taqwa dan Iman serta dapat memlihara kerukunan hidup antar umat beragama.
2. Kepemimpinan nasional yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan nasional yang tidak populer, sekalipun tetapi memiliki memiliki visi jauh kedepan untuk keutuhan dan kelangsungan NKRI.
3. Kepemimpinan nasional yang memiliki sifat kenegarawanan yang mampu menempatkan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi maupun golongan.
4. Kepemimpinan nasional yang dilahirkan oleh sistem dan pengkaderan kepemimpinan bangsa .
6. Kepemimpinan nasional yang mampu mengatasi krisis dalam kondisi kapasitas yang sangat terbatas dan konflik kepentingan yang semakin meningkat.
C. Peluang
Berdasarkan aspek astagrata peluang yang ada antara lain :
1. Posisi Indonesia yang stategis dari segi Geografis
2. Pancasila sebagai Idiologi negara tetap mendapatkan apresiasi publik sebagai alat pemersatu bangsa
3. Pertumbuhan ekonomi menururn, tapi daya tahan bangsa menghadapi krisis ekonomi cukup tangguih
4. Penyelesaian konflik di Poso dan Maluku dengan cara damai, sudah menunjukkan tahap yang mengembirakan sehingga dapat menarik simpatik dunia internasional.
D. Kendala
1. Masih Sering terjadi konflik vertikal dan horzontal yang mengancam persatuan dan kesatuan
Seperti di Aceh dan serung terjadi perkelahian antar suku dan lain-lain
2. Masih terjadi praktek KKN di berbagai sendi kehidupan bangssa
3. Penyelesaian Kasus HAM di berbagai daerah yang belum tuntas, sehingga masih menjadi agenda dunia Internasional
4. Belum adanya figur pemimpin nasional yang dapat melaksanakan proses reformasi secara baik.
E. Kebijakan
Berdasarkan peluang dan kendala yang ada serta orientasi peran kepemimpinan nasional yang diharapkan, maka kebijaksanaan yang perlu diambil dalam rangka menanggulangi bencana (Disaster) akibat KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) adalah :
“ Meningkatkan peran kepemimpinan nasional yang mampu menciptakan pemerintahan yang bersih dari KKN dan baik ( Clean and Strong Government) guna kelangsungan pembangunan nasional untuk mewujudkan stabilitas nasional sehingga dapat mencegah terjadinya Disintegrasi bangsa.
F. Strategi Jangka Pendek
Untuk mendukung terlaksananya kebijakan tersebut, maka diperlukan Strategi Jangka Pendek yang meliputi :
1. Mencegah terjadinya disintegrasi bangsa dengan mendorong terwujudnya rekonsiliasi nasional seperti yang tertuang dalam TAP MPR RI NO V/MPR/2000 sebagai kondisi yang memungkinkan bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari krisis multidimensional.
2. Mewujudkan pemerintahan yang Clean and Strong Goverrment melalui penguatan supremasi hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai konsekuensi logis dari aktualisasi konsep negara hukum.
3. Melaksanakan perbaikan ekonomi nasional dengan prioritas menyiapkan fundamental perekonomian negara yang kokoh agar mampu menunjang stabilitas perekonomian nasional.

G.Strategi Jangka Panjang
1. Membentuk serta mengembangkan sistem dan mekanisme kaderisasi pemimpin nasional yang memiliki sifat jiwa Pionir dan visi kenegarawanan agar dapat membawa Indonesia untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana yg tercantum dalam pembukaan UUD 45. .
2. Menciptakan sistim penyelenggaraan negara yang akseptabel, akuntabel dan efektif dengan membangun hubungan kelembagaan negara yang harmonis, hubungan pusat dan daerah yang terintegrasi dan sistim birokrasi yang profesional dan solid.

About ferli1982

Menjalani hidup dengan riang gembira ... enjoy ur life!!!

Posted on Januari 6, 2012, in Makalah Lepas, Menulis itu Indah. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

%d blogger menyukai ini: