FACEBOOK SEBAGAI PERUBAHAN SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN JEJARING SOSIAL DALAM MASYARAKAT INDONESIA


Dewasa ini dengan adanya peningkatan teknologi komunikasi yang saat ini sedang menggurita yaitu adanya penggunaan facebook. Lebih dari 225 juta orang menjadi warga setia facebook hingga Mei 2009. Pertumbuhan tersebut, terutama ditopang pesatnya pengguna dari luar Amerika Serikat. Di Chili dan Turki, facebook bahkan dilaporkan sangat digdaya. Sebanyak 76 persen dan 66 persen pengguna internet di kedua negara adalah warga ”republik facebook”.
Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang sangat populer, bahkan mengalahkan Friendster yang sudah ada lebih dulu. Penggunanya pun bukan orang sembarangan: tokoh politik, artis dan orang-orang penting rata-rata menggunakan Facebook. Keberadaan situs pertemanan itu adalah jejaring sosial maya yang memudahkan para penggunanya untuk selalu berkomunikasi dan berhubungan satu sama lain, dalam agenda yang positif. Oleh karena itu, facebook penting-penting tidak. maksudnya tergantung pengunaan sipemakai, kalau situs facebook digunakan sebagi bisnis, pertemanan, pengetahuan. Asalkan tidak disalah gunakan, seperti penyebaran gambar-gambar porno atau bahkan mengarah pada tindak kriminal.
Bagaimana di Indonesia, sebanyak 17,78 persen (2,3 juta) dari total pengguna internet juga tergila-gila dengan situs ciptaan Mark Zuckerberg itu. Padahal, awal tahun ini pengguna facebook baru sekitar 1 juta. Keunggulan facebook terutama karena kemampuannya yang memungkinkan orang untuk saling berkomunikasi, mencari dan berbagi informasi, secara efisien. Dalam ideal Mark Zuckerberg, sang penemu facebook, situs rekaannya tersebut merupakan sebuah peranti sosial (sosial utility). Situs ini menjadi tempat favorit untuk bernostalgia dengan teman lama, tetapi juga ampuh untuk membangun jaringan pertemanan baru. Sehingga dengan adanya facebook telah menimbulkan adanya perubahan sosial dalam masyarakat Indonesia menurut Atkinson, (1987 dan Brooten,1978 dalam Nurhidiyah, 2003 : 1), menyatakan definisi perubahan yaitu: merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi. Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan, sikap, perilaku, individual, dan perilaku kelompok. Setelah suatu masalah dianalisa, tentang kekuatannya, maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. Sementara Sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain. Kehadiran itu bisa nyata anda lihat dan anda rasakan, namun juga bisa hanya dalam bentuk imajinasi. Setiap anda bertemu orang meskipun hanya melihat atau mendengarnya saja, itu termasuk situasi sosial. Begitu juga ketika anda sedang melakukan chat di facebook anda membayangkan adanya orang lain, misalkan melamunkan pacar, mengingat ibu bapa, menulis surat pada teman, mengenang tingkah laku buruk di depan orang, semuanya itu termasuk sosial.
Potret perubahan sosial yang lebih utuh dari kasus adanya penggunaan facebook seperti adanya pengumbaran syahwat atau penipuan. Dampak negatif dari facebook telah ditentang oleh beberapa Negara seperti pada Oktober 2005, University of New Mexico tidak membolehkan mahasiswanya mengakses Facebook karena dianggap tidak relevan dengan kegiatan akademik. Pemerintah Ontario, pada Mei 2007, juga melakukan hal yang sama untuk para pegawainya karena Facebook dianggap tidak relevan dengan pekerjaan kantor. Pemerintah Syria, Burma, dan Bhutan juga melarang karena Facebook dapat digunakan warga negaranya untuk mengkritik pemerintah. Baru-baru ini, Pemerintah Iran juga melakukan dengan alasan serupa.
Sedangkan dampak positif dari penggunaan facebook seperti penulis dapat melakukan search engine untuk melacak keberadaan alumni-alumni Akpol dengan bantuan Facebook. Silaturahmi dengan para alumni Akpol, dan kawan-kawan sewaktu SMP/SMA dan kuliah pun terjalin baik. Obrolan bermutu dengan mantan guru SMA pun penulis lakukan dengan Facebook. Kemudian saat ini bahkan banyak perusahaan yang juga memanfaatkan Facebook untuk alat bantu pemasaran. Di Amerika, Presiden Barack Obama nampaknya juga harus mengucapkan terima kasih kepada Facebook yang membantu dalam menggaet pemilih muda. Di beberapa kampus, bahkan Facebook digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Masih banyak lagi contoh positif penggunaan Facebook yang dapat dituliskan. Oleh karena itu, harus disadari, kehadiran setiap teknologi, selalu membawa dialektika. Ada sisi positif dan negatif yang datang sekaligus. Kalau sisi negatif saja yang dilihat, maka tidak jarang kita cenderung anti teknologi.
Dalam konteks ini, pemahaman kunci yang dikedepankan seharusnya adalah bagaimana manfaat dari teknologi yang muncul, dan meminimalkan dampak negatifnya. Karenanya, Facebook sama dengan teknologi yang lain, termasuk bisa diibaratkan dengan sebuah pisau dan ponsel. Di tangan orang yang salah, teknologi dapat menjadi alat kejahatan. Untuk itulah, kesiapan pengguna perlu dibentuk. Edukasi bagaimana memanfaatkan teknologi, termasuk Facebook, dengan baik, harus dikedepankan.

About ferli1982

Menjalani hidup dengan riang gembira ... enjoy ur life!!!

Posted on April 9, 2011, in Menulis itu Indah. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada FACEBOOK SEBAGAI PERUBAHAN SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN JEJARING SOSIAL DALAM MASYARAKAT INDONESIA.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: