SEJARAH DAN MAKNA LAMBANG POLRI

Dalam kehidupan kita sehari hari, terutama pada saat kita menggunakan pakaian dinas, kita akan pernah lepas dari Pet atau lat penutup kepala kita. Dimana pada Pet atau tutup kepala tersebut terdapat lambang kita. Setiap saat kita tempatkan Lambang tersebut di atas kepala kita. Namun demikian apakah kita sudah mengetahui makna dan sejarahnya dari Lambang tersebut.
Lambang Kepolisian Negara Republik Indonesia bernama Rastra Sewakottama yang berarti Polri adalah abdi utama rakyat. Sebutan itu adalah Brata pertama dari Tri Brata yang diikrarkan sebagai pedoman hidup Polri sejak 1 Juli 1954. Polri yang tumbuh dan berkembang dari rakyat dan untuk rakyat, memang harus berinisiatif dan bertindak sebagai abdi sekaligus sebagai pelindung dan pengayom rakyat.
Pada masa dahulu Lambang Polri dibedakan antara kelompok Tamtama Bintara, Kelompok Perwira Pertama dan Kelompok Perwira Menengah keatas. Pangkatr Ajun Komisaris Polisi dimasukkan kedalam kelompok Perwira Menengah. Perbedaan tersebut terdapat pada ukuran Lambang maupun gambar-gambar isi Lambang, walalupun unsure-unsur yang ada pada lambang itu adalah sama yang terdiri dari unsur-unsur :
1. Tiang yang berarti sebagai tiang atau penyangga Pemerintahan Negara.
2. Nyala Obor berarti sumenr sinar sebagai suluh atau yang menyinari kehidupan sekelilingnya.
3. Tangkai Padi yang bermakna jaminan ketertiban, keamanan dan kesejahteraan.
4. Bintang bersudut lima melambangkan Pancasila.
5. Tameng Kepolisian yang berarti pelindung masyarakat.
Lambang tersebut digunakan pada tahun 1945 dan makna Lambang tersebut diuanggap berpengaruh pada perilaku Polisi walaupun bersifat secara tidak langsung.P Lambang tersebut diperkenalkan sejak jaman Jepang.
Penggunaan Lambang tersebut pada tahun 1955 dirasakan kurang tepat kemudian dirancang Lambang baru seperti yang digunakan saat ini. Pada dasarnya pokok-pokok piker Lambang yang lama masih digunakan namun terdadapat beberapa perbedaan yang pokok-pokoknya ditambah. Lambang tersebut menjadi :
1. Perisai bermakna pelindung rakyat dan negara.
2. Tiang dan nyala obor bermakna penegasan tugas Polri, disamping memberi sesuluh atau
3. Penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya kondisi kamtibmas yang mantap.
4. Pancaran obor yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga bermakna 17 agustus 1945, hari Proklamasi Kemerdekaan.
5. Tangkai padi dan kapas menggambarkan cita-cita bangsa menuju kehidupan adil dan makmur, sedang 29 daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi merupakan suatu pernyataan tanggal pelantikan Kapolri pertama 29 September 1945 yang dijabat oleh Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
6. 3 bintang di atas logo bernama Tri Brata adalah pedoman hidup Polri.
7. Sedang warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri.
8. Warna kuning keemasan : perlambang kebesaran jiwa dan keagungan hati nurani segenap prajurit Polri.
9. Warna hitam adalah lambang keabadian dan sikap tenang mantap yang bermakna harapan agar Polri selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun.
10. Nama Lambang ditulis nyata : Rastra Sewa Kottama, Brata pertama dari Tri Brata sebelum dirubah pada tahun 2000. Brata pertama tersebut yang berarti Abdi Utama daripada Nusa dan Bangsa. Penekana pada Abdi ini dianggap penting agar Polri tidak bersikap sebagai penguasa tatapi sebagai Polisi yang mengabdi dengan dilandasi Falsafah modern terbaru Kepolisian Vigilat Quiescant yang berarti kami berjaga sepanjang waktu agar masyarakat tentram.
Perbedaan Lambang yang digunakan oleh Tamtama Bintara dan Perwira masih ada namun hanya pada warna yaitu warna Perak untuk Tamtama-Bintara dan warna Emas pada Perwira. Sedangkan bentuk dan ukurannya sama.
Demikianlah sekilas mengenai sejarah dan makna dari Lambang Polri yang senantiasa kita gunakan pada saat berugas dengan menggunakan pakaian Dinas.

About these ads

Komentar Dimatikan

Filed under Administrasi Kepolisian, Menulis itu Indah

Komentar ditutup.