HASIL KUNJUNGAN PENERAPAN COMMUNITY POLICING DI POLRESTA BEKASI

BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang dilaksanakanya pilot project Community Policing / polmas dipolresta Bekasi Kota adalah karena keanekaragaman wilayah bekasi yang mewakili Indonesia dengan beberapa ciri-ciri diantaranya adalah karena kehidupan masyarakat dibekasi yang wilayah geografisnya adalah pertanian, sudah mulai tumbuh dan berkembangnya perumahan da perkampugan serta semakin berkembangnya sector industry perkotaan serta sector perdagangan. Kota bekasi memiliki lua geografis 210,49 km2 yang terdiri dari 12 kecamatan, 56 kelurahan, dengan total jumlah penduduknya adalah sekitar 1.762.737. Polresta bekasi kota memiliki kekuatan personil 1.608 dengan police ratio 1 : 1.096.
Reformasi polri dilakukan dengan melakukan upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, diantaranya adalah upaya kerjasama yang dilakukan polri dengan jepang melalui program bantuan JICA dengan mengedepankan program community policing yang dijalankan melalui pilot project dipolresta bekasi kota. Sejak tahun 2002 JICA mensponsori suatu program bantuan kepada Polri sebagai bagian dari usaha untuk memenuhi permintaan masyarakat atas Reformasi Polri. Dari program ini polri mengaplikasikandan mengedepankan program tersebut yaitu bereaksi secara tulus atas laporan masyarakat serta bereaksi secara cepat atas permintaan masyarakat. Dari program polmas yang sudah didesain melalui kerjasama dengan Jepang polri dalam hal ini melalui aplikasi polmas oleh polresta bekasi kota dengan melakukan upaya peningkatan aktifitas polisi sipil diantaranya dengan pelaksanaan tugas yang berorientasi kepada masyarakat, menjunjung tinggi nilai professional, cerdas, bermoral, modern dan patuh hokum dan polisi selalu berpikir inovatif, memahami nilai atau norma, aktif berperan dalam kegiatan masyarakat serta mengutamakan tindakan proaktif, partnership dan problem solving. Bantuan yang diberikan pemerintah jepang melalui program JICA pada penerapan polmas pada polresta bekasi kota sebagai proyek percontohan berupa :
1. BIDANG IDENTIFIKASI :
 Bantuan sarana dan prasarana bidang Identifikasi yang ada di laborotarium Identifikasi.
 Bagi personel / anggota yang bertugas di Identifikasi diberikan pelatihan :
 Peningkatan kemampuan personel antara lain : kemampuan sidik jari, kemampuan foto grafi, jejak kaki, latihan tehnis / taktis Identifikasi lapangan, Identifikasi Laborotarium dan sebagai Gadik / Instruktur dilembaga pendidikan seperti Akpol, Secapa Polri, dan beberapa Polda untuk memberikan pelatihan Identifikasi dan olah TKP.
 Anggota yang berprestasi diberangkatkan ke Jepang dalam meningkatkan kemampuan Identifikasi.

2. BIDANG TELEMATIKA / COMUNIKASI :
a. Pembuatan Sistem Communication Commend Centre :
- HT. Trungking ATS 2.500 : 279 Unit.
- Base radio Mobil MCS 2.000 : 45 Unit.
- Base Stasiun Trungking XTL 1.500 : 2 Unit.
- Base Motorola XTL 1.500 : 4 Unit.
- Stationer : 86 Unit.
b. GPRS : 4 Unit.
c. GPS AVLS :
- GPS : 43 Unit.
– Computer Server GPS : 1 Unit.
d. Pabx Panasonic :
- Pabk Panasonic 11 Line 64 Ett : 1 Unit
- Batt Back Up Pabx : 1 unit.

3. BIDANG MANAJEMEN TINGKAT DASAR :
Jumlah Balai Kemitraan Polisi-Masyarakat ( BKPM ) di Polresta Bekasi Kota sebanyak 7 buah.
Setiap BKPM dilengkapi dengan :
• 1 Unit Mobil Patroli
• 2 Unit Sepeda Motor
• 5 Unit HT
• 1 Unit Computer
• 1 Unit Faxsimile
• 1 Set Tempat Tidur

Dalam pelaksanaan tugas di BKPM mengadopsi pelaksanaan tugas Koban di jepang antara lain :
 Pembagian tugas personel BKPM sesuai dengan wilayah tanggung jawabnya ( Rw ).
 Melakukan kunjungan kepada warga masyarakat dengan mendata sekaligus mendengar harapan dari masyarakat serta memberikan saran / pesan dalam usaha mencegah kejahatan, memberikan brosur / pesan kamtibmas / koran mini yang dibuat oleh anggota BKPM.
 Melaksanakan penjagaan, pelayanan masyarakat, patroli, pengaturan lalu lintas, problem solving ( pemecahan masalah ).
 Mengikuti kegiatan masyarakat ( arisan, hajatan, kematian, pengajian, kerjabhakti dan lain-lain ).

Pelayanan
Patroli
Giat pengajian

Kunjungan

4. BIDANG PENDIDIKAN DAN LATIHAN :
a. Internal.
 Peningkatan kemampuan komunikasi dan Inter Personel Skill.
 Peningkatan kemampuan Komputer dan Internet.
 Peningkatan kemampuan deteksi dan pembuatan laporan informasi.
 Kemampuan oleh TKP dan Pam TPTKP kepada anggota BKPM.
 Kemampuan Identifikasi tingkat dasar bagi unit Identifikasi.
 Kemampuan bela diri / Judo dan tehnis bela diri.
b. Eksternal.
 Bagi anggota BKPM / Pol Pos / Bhabinkamtibmas / Perwira yang berprestasi dikirim ke Jepang untuk mengadakan stady banding dengan tingkatan :
• Special group training course, Counter part dan Identification.
 Dari pelatihan Identifikasi kriminal terdapat empat orang Instruktur Identifikasi sidik jari dan satu orang Instruktur fotografi.

BAB II
HASIL KUNJUNGAN DAN ANALISA

Pengembangan program kerjsama JICA dengan polresta bekasi kota yaitu
1. PENINGKATAN BIDANG IDENTIFIKASI :
Seluruh anggota Reserse kriminal Polsek telah diberikan pengetahuan tentang kemampuan Identifikasi pengambilan dan perumusan sidik jari termasuk olah TKP.

2. PENINGKATAN CCC / TELEMATIKA :
Communication Commend Centre / Telematika : Peralatan yang diberikan.
3. PENINGKATAN BIDANG MANAJEMEN TINGKAT DASAR
a. Polsub Sektor :
Pelaksanaan tugas anggota Polsub Sektor ( 18 Polsub Sektor ) melaksanakan tugas pelayanan seperti pelaksanaan tugas di BKPM
1. POL SUB SEKTOR BINTARA
2. POL SUB SEKTOR HARAPAN BARU
3. POL SUB SEKTOR JATI WARINGIN
4. POL SUB SEKTOR JATIRAHAYU
5. POL SUB SEKTOR JATIBENING
6. POL SUB SEKTOR JATISAMPURNA
7. POL SUB SEKTOR PURI GADING
8. POL SUB SEKTOR WAHANA
9. POLSUB SEKTOR TMN HRP BARU
10. POLSUB SEKTOR HRPN INDAH
11. POLSUB SEKTOR GERBANG HRB
12. POLSUB SEKTOR PEKAYON
13. POLSUB SEKTOR KAYURINGIN
14. POL SUB SEKTOR TERMINAL
15. POL SUB SEKTOR SUMUR BATU
16. POL SUB SEKTOR MUSTIKASARI
17. POL SUB SEKTOR MUSTIKAJAYA
18. POL SUB SEKTOR MTR GD. TIMUR

b. Bhabinkamtibmas :
Jumlah Bhabinkamtibmas 56 orang yang bertugas di Kelurahan juga melaksanakan kegiatan pelayanan , kunjungan, dan melekat dalam berbagai kegiatan seperti pelaksanaan sambang ke Perusahaan, Sekolah, Obyek vital dan pelaksanaan kegiatan seperti bimbingan dan penyuluhan, rapat minggon dan mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat.

c. Seluruh fungsi ( Reserse, Intel, Shabara, Lalu lintas dan Staf ) :
melaksanakan tugas kunjungan kepada masyarakat ( satu Polisi satu Rw ) dalam rangka pendekatan kepada masyarakat agar pesan-pesan Polri bisa sampai langsung kepada masyarakat demikian pula sebaliknya.

4. PENINGKATAN BIDANG PELATIHAN :
Dalam rangka percepatan Implementasi Polmas bahwa Polresta Bekasi Kota melakukan upaya dengan memberikan pelatihan, melaksanakan supervisi, lomba dan sosialisasi antara lain : Memberikan pelatihan – pelatihan berupa pengisian format laporan dalam pelaksanaan tugas dilapangan serta sosialisasi bijak yang berkait dengan Polmas.

HASIL KUNJUNGAN MAHASISWA STIK-PTIK DI POLRESTA BEKASI KOTA.

1. POSPOL PEKAYON JAYA
Kerjasama antara pemerintah jepang melalui JICA dan Polri dalam implementasi polmas di polresta bekasi kota di laksanakan di 7 wilayah polresta bekasi kota berupa pendirian BKPM ( balai kemitraan polisi dan masyarakat ) dan 5 wilayah lainya oleh polresta bekasi didirikan / dibentuk Pospol yang memiliki fungsi yang sama seperti BKPM. BKPM merupakan program hasil kerjasama jepang dengan polri dalam penerapan polmas sedangkan pospol dibentuk / didirikan oleh polresta bekasi kota untuk dijalankan di 5 wilayah yang belum terkena program BKPM tetapi pada pelaksanaanya penerapan strategi polmas pada pospol mengacu pada BKPM. pospol Pekayon Jaya BKPM berdiri ditanah pasos yang merupakan tanah masyarakat yang memang diperuntukkan untuk mendirikan kantor pelayanan masyarakat / public. Bangunan yang beridi merupakan sumbangan dari warga masyarakat dan bantuan dari pemerintah daerah setempat. Wilayah Polpos Pekayon Jaya terdiri dari 45.652 penduduk dengan jumlah kepala keluarga 11.484. Polpos Pekayon Jaya memiliki jumlah personil 12 dan semuanya adalah polwan.
Dukungan Operasional diantaranya adalah
- Bensin 60 ltr / bulan
- Uang ATK 40 ribu
- Bantuan uang makan Rp. 5000/anggota/hari
Setiap pelaksanaan tugas piket setiap anggota telah memiliki daerah tugas untuk dilaksanakan program polmas yaitu antara 2 – 3 RW, dimana setiap personil piket melakukan kegiatan sambang dengan melakukan pendekatan dan pendataan kepada masyarakat sesuai dengan daerah tugasnya masing-masing mencakup 5 kepala keluarga dan bisa lebih, sehingga rata-rata dalam kurun waktu 1 bulan setiap anggota dapat menerapkan kegiatan polmas dengan melakukan kunjungan kepada 50 kepala keluarga. Kegiatan tersebut dilakukan dengan maksud selain melakukan pendataan terhadap warga juga melakukan sosialisasi tentang polmas kepada masyarakat serta lebih untuk melakukan upaya pendekatan agar antara masyarakat dengan polisi dapat semakin terjaga hubungan baik terutama dalam melakukan kerjasama menjaga kamtibmas lingkungan sekitar.
Selain melakukan kegiatan sosialisasi pospol Pekayon Jaya melakukan kegiatan seperti menerima keluhan masyarakat terhadap berbagai laporan kejadian yang berkaitan dengan gangguan kamtibmas, menerima dan menindaklanjuti laporan kehilangan, membantu masyarakat sebagai problem solving atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat seperti keributan dalam rumah tangga, kegiatan kebut-kebutan anak muda, dan lainya.
Pospol Pekayon Jaya juga terdapat FKPM ( forum kemitraan polisi dan masyarakat ) yang menjadi representative warga sekitar dengan menunjuk warga sebagai perwakilan dalam hubungan penerapan polmas polisi dan masyarakat. Petugas pospol dengan anggota FKPM secara bersama-sama melakukan kerjasama dalam menjaga kamtibmas sekitar.
Apabila timbul / terjadi permasalahan yang ada dimasyarakat petugas pospol mengedepankan penyelesaian secara musyawarah dengan mengedepanan problem solving terutama yang berkaitan dengan kasus –kasus atau pelanggaran ringan. Apabila proses musyawarah antara kedua pihak yang bermasalah sebagaimana kesepakatan penyelesaian bersama dilanggar maka tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan proses lanjut terhadap tindak pidana yang dilakukan dengan meneruskan kasus tersebut untuk dilakukan penanganan oleh polsek ataupun polres.
Kendala / kekurangan yang dihadapi antara lain :
1. Sarana kendaraan untuk pelaksanaan patroli yang ada dari dinas adalah kendaraan roda 2 sedangkan untuk kendaraan roda 4 tidak ada, hal ini berkaitan apabila cuaca tidak mendukung / hujan sehingga dapat menghambat tugas yang dilakukan.
2. Personil pospol tidak dilengkapi dengan persenjataan (mis senpi) berkaitan dengan pelaksaan tugas terutama pada malam hari apabila terdapat laporan dari masyarakat tentang kejadian tindak pidana/gangguan kamtibmas.
3. Dukungan biaya operasional dalam pelaksanaan tugas seperti dukungan BBM yang sangat minim, dukungan untuk pegadaan ATK yang minim berkaitan dengan pembuatan pelaporan.
4. Apabila terdapat anggota yang terkena mutasi atau ditarik kepolres dan tidak ada penggantinya sehingga berimbas ke masyarakat yang sudah cukup memiliki hubungan emosional / kedekatan dalam kaitannya dengan kerjasama kamtibmas.
5. Apabila terjadi mutasi pada personil pospol berdampak pada anggota tersebut harus cepat menyesuaikan dan mengenal masyarakat sekitar dan masyarakat juga harus menjalin hubungan kerjasama yang baru.
6. Sistem pembinaan karier seperti proses regenerasi anggota yang bertugas sebagai anggota pospol dimana terdapat anggota yang bertugas cukup lama sehingga efektifitas pelaksanaan tugas mengalami kebosanan/kejenuhan.
7. Terdapat anggota pospol yang masih terkena surat perintah tugas di luar pelaksaan polmas yang dikeluarkan polres / polsek

Perbandingan antara Pospol Pekayon Jaya dengan BKPM Mekarsari atau BKPM Megamall antara lain :
Pospol Pekayon Jaya
1. Sarana gedung dan peralatan penunjang seperti kendaraan R2 / R4 merupakan dukungan/pengadaan dari polres dan bantuan masyarakat serta pemerintah daerah setempat.
2. Dukungan operasioanal penunjang seperti BBM, ATK dari polres.
3. Nominal dukungan operasional setiap bulan seperti BBM / ATK terbatas.
4. Penerapan tugas polmas dan system pelaporan pelaksanaan tugas polmas mengacu / berpedoman kepada BKPM.
5. Pada awal penerapan polmas masih terdapat hambatan dimana masyarakat masih belum sepenuhnya bekerjasama karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang polmas serta minimnya pelaksaan sosialisasi tentang polmas.
6. Kegiatan pelatihan ( mis beladiri yang pernah dilaksanakan untuk membekali kemampuan personil polmas ).

BKPM Mekarsari / BKPM Megamall
1. Sarana gedung dan peralatan penunjang seperti kendaraan R2 / R4 merupakan bantuan dari program JICA.
2. Dukungan operasioanal penunjang seperti BBM, ATK dari kerjasama JICA..
3. Nominal dukungan operasional setiap bulan seperti BBM / ATK relative cukup.
4. Program polmas dan system pelaporan menjadi pedoman dalam pelaksaan polmas di pospol.
5. Pada awal penerapan polmas masih terdapat hambatan dimana masyarakat masih belum sepenuhnya bekerjasama karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang polmas serta minimnya pelaksaan sosialisasi tentang polmas.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN

Dari hasil kunjungan yang telah dilaksanakan mahasiswa STIK-PTIK di Polresta Bekasi Kota berkaitan dengan penerapan program polmas berupa pendirian BKPM ( balai kemitraan polisi dan masyarakat ) yang telah dilaksanakan Polresta Bekasi Kota dalam kerjasama dengan pemerintah jepang melalui JICA serta penerapan program polmas program JICA melalui Pospol yang dibentuk Polresta Bekasi Kota, bahwa terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan, yaitu
1. Penerapan polmas program JICA sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan polmas yang sudah dilaksanakan polri selama ini, hal yang membedakan adalah seperti pelatihan identifikasi yang dilakukan dijepang dengan sertifikasi international, penerapan polmas program JICA dilakukan lebih specific dengan lebih melakukan upaya pendekatan kepada masyarakat seperti kegiatan sambang / mengunjungi rumah warga dengan mempersempit daerah kerja.
2. Penerapan polmas pada BKPM dengan polmas yang dilakukan pospol sebenarnya secara significant tidak jauh berbeda karena program yang diterapkan di pospol adalah program yang ada pada BKPM.
3. Perbedaan yang cukup terlihat adalah terletak pada dukungan sarana dan prasarana seperti dukungan anggaran BBM, ATK, kendaraan R2 dan R4 dan hal tersebut cukup berpengaruh terhadap pelaksanaan penunjang kegiatan polmas seperti pelaksanaan kegiatan patroli / kunjungan kerumah warga.
4. Dampak dari penerapan polmas kepada masyarakat bahwa masyarakat merasa lebih memiliki dan merasakan keberadaan polri dengan kegiatan sambang yang dilakukan terbukti adanya masukan masyarakat ketika salah seorang personil polmas dimutasi dan diganti dengan personil baru masyarakat merasa kehilangan.
5. Jumlah personil polmas pada BKPM dan Pospol cukup mempengaruhi kinerja program polmas karena berdampak pada hasil / target yang dicapai.

3.1 SARAN
Dari kegiatan polmas yang telah di jalankan Polresta Bekasi Kota baik melalui kerjasama program JICA maupun polmas melalui Pospol yang dibentuk polisi ada beberapa masukan / saran, antara lain :
1. Peningkatan kesejahteraan personil polmas.
2. Sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan polmas terutama polmas yang dijalankan di pospol berkaitan dengan dukungan operasional seperti BBM, ATK, dan dukungan logistik ( seperti uang insentif ).
3. Peningkatan, disiplin serta pengawasan atas kinerja personil polmas.
4. Pelaksanaan pelatihan-pelatihan seperti penanganan TPTKP, beladiri, komunikasi.
5. Adanya kegiatan analisa dan evaluasi secara berkelanjutan atas pelaksanaan kinerja anggota polmas dan program yang dijalankan.
6. Perbaikan penerapan pembinaan karier dan mutasi jabatan atas personil polmas untuk menghindari kejenuhan dan penurunan tingkat produktifitas kinerja personil polmas..
7. Kebijakan polmas hendaknya dapat dijalankan secara berkesinambungan dan sesuai dengan aturan yang ada meskipun pimpinan / kapolres berganti.
8. Adanya reward and punishment terhadap personil polmas yang berprestasi.

About these ads

3 Komentar

Filed under Makalah Lepas, Menulis itu Indah

3 responses to “HASIL KUNJUNGAN PENERAPAN COMMUNITY POLICING DI POLRESTA BEKASI

  1. salam kenal Ndan
    kalo berkenan mampir di blog saya, mohon saran dan masukannya
    8 13