SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN DI PT JIEP (ECOGREEN INDUSTRIAL ESTATE)

 

B A B I
P E N D A H U L U A N

Dalam perkembangan dan kemajuan yang pesat saat ini di Indonesia, dimana Jakarta sebagai barometer terdepan yang merupakan pusat pemerintahan dan pusat pembangunan industri. Dengan semakin tingginya tingkat kebutuhan hidup masyarakat di kota Jakarta, serta berbagai kemajemukan di dalam masyarakat dalam berinteraksi dan mengembangkan kemampuannya di segala aspek kehidupan, guna mengatasi dan mencukupi berbagai macam kebutuhan hidupnya, dimana saat ini dengan semakin sulit dan bersaingnya dalam mencari pekerjaan dan penghidupan yang layak, sehingga pemerintah harus dengan cepat dan tepat, guna mengatasi permasalahan ini, dengan melakukan berbagai langkah-langkah yang efektif dan efisien untuk dapat mengalokasikan dan memberikan lahan-lahan pekerjaan kepada masyarakat, khususnya masyarakat kecil yang sangat membutuhkan pekerjaan, meskipun dengan penghidupan yang minim, namun hal ini sudah merupakan suatu jalan untuk mereka dalam meningkatkan kesejahteraannya. Untuk itu salah satu upaya yang tepat adalah membangun suatu kawasan industri sebagai wujud nyata dalam rangka menciptakan dan mengembangkan pembangunan di Jakarta. Dengan adanya suatu kawasan Industri yang mapan dan nyaman dimana diharapkan semakin banyaknya para investor yang akan memberikan konstribusinya guna meningkatkan dan memajukan perekonomian dan pembangunan di Jakarta.

Namun dalam hal ini suatu kawasan yang nyaman dan mapan juga harus didukung oleh berbagai sarana dan prasarana yang baik, dan yang tidak kalah penting yaitu adanya sistem keamanan dan managemen yang baik, guna mendukung keberhasilan suatu perusahaan atau perindustrian sehingga terhindar dari kerugian baik terhadap kegiatan operasional dan sarana dan prasarana yang ada. Manajemen sistem keamanan mutlak diperlukan dan harus ada dalam membangun dan mengoperasionalkan baik itu menyangkut pelaksanaan kegiatan rutin manajemen perusahaan atau perindustrian serta upaya peningkatan keamanan dengan membuat dan merencanakan strategi penanganan yang cepat, tepat dan efektif, antara lain terhadap peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia serta melengkapi sarana dan prasarana untuk mengatasi dan mencegah terjadinya berbagai macam bentuk gangguan keamanan yang dapat menghambat proses keberlangsungan produksi dan managerial operasional dalam industri tersebut. Salah satu upaya yang efektif antara lain dengan memanfaatkan potensi satuan keamanan (satpam).
Dengan penggunaan dan pengelolaan satuan pengamanan yang tepat, terkait metode pelatihan, sistem rekruitmen, pembinaan personil satpam, tekhnik pengaturan dan penjagaan gedung dan kantor serta tekhnik-tekhnik atau upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya, seperti bencana alam, kebakaran dan berbagai macam ancaman lain yang dapat terjadi dalam perusahaan atau perindustrian tersebut. Disamping itu sarana pendukung lainnya seperti alarm dan pintu-pintu pengamanan gedung juga harus dilengkapi oleh perusahaan, sehingga proses produksi dan manajemen dalam rangka menjalankan roda perekonomian dapat terlaksana dengan baik dan sesuai harapan yang telah ditentukan oleh perusahaan tersebut.

A. RUMUSAN MASALAH.

Rumusan masalah dalam tulisan ini adalah “Bagaimana Sistem pengamanan perusahan PT. JIEP Pulogadung Jakarta Timur dalam mengamankan kegiatan industri di perusahaannya ?
Sedangkan persoalan-persoalan yang akan dianalisa dan dibahas dalam tulisan ini adalah :
1. Bagaimana koordinasi manajemen perusahaan dengan pihak Polri setempat ?
2. Unsur-unsur apa yang mempunyai tugas dalam pengamanan PT. JIEP Pulogadung Jakarta Timur ?
3. Apa sarana dan prasarana yang dimiliki PT. JIEP Pulogadung Jakarta Timur dalam kegiatan pengamanan perusahaan ?

B. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud

Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan Industrial Security di PT. JIEP Pulogadung Jakarta Timur dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib guna mendukung terlaksananya pelaksanaan kegiatan produksi dan roda perekonomian, serta membantu tugas Kepolisian dalam upaya kamtibmas.

2. Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengetahui keadaan yang sebenarnya terhadap kegiatan perindustrian, khususnya bagaimana pelaksanaan system keamanan yang telah dilakukan dalam upaya menciptakan situasi dan kondisi yang mendukung terhadap pelaksanaan kegiatan operasional di PT. JIEP Pulogadung-Jakarta Timur.
Disamping itu sebagai solusi untuk membenahi system keamanan yang baik dalam perusahaan tersebut, sebagai aparat keamanan dapat memberikan rekomendasi, dengan harapan hasilnya dapat bermanfaat khususnya bagi manajemen PT. JIEP Pulogadung-Jakarta Timur.

C. RUANG LINGKUP

Dalam penelitian ini, penulis membatasi fokus pada masalah pelaksanaan sistem pengamanan di PT. JIEP Pulogadung-Jakarta Timur.

D. KEGUNAAN PENELITIAN

Penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang nyata tentang bagaimana pelaksanaan pengamanan di PT. JIEP Pulogadung-Jakarta Timur, serta menjelaskan sistem koordinasi PT. JIEP Pulogadung-Jakarta Timur dengan Polri dalam hal ini Polsek Metro Cakung.

 

 

B A B II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kerangka Teoritis.
Dalam penulisan ini, penulis menggunakan teori:
1. Keamanan
Suatu kondisi yg dihasilkan bilamana informasi, asset, kegiatan dan instalasi terlindungi dari kegiatan spionase, kebocoran, kerahasiaan, korupsi, kerugian, kerusakan, kekacauan, intervensi atau penyadapan.
2. Risk Management (manajemen resiko)
Manajemen resiko (Diktat Kuliah Security Industri KBP (P) Drs. Poltak Hutadjulu) digunakan untuk menganalisa Resiko dan ancaman, serta dapat menjelaskan tentang tingkat kemungkinan dan tingkat konsekuensi terhadap ancaman yang ada. Hakekat dan ancaman resiko pada dasarnya mencakup beberapa hal, antara lain :
a. Ancaman merupakan kerawanan pada segenap aspek kehidupan masyarakat yaitu ancaman potensial, fkk, police hazard sampai bentuknya yg terwujud (ancaman faktual) berbentuk tindakan, kegiatan individu dan kelompok, yang dapat mempengaruhi keamanan dan atau menghambat operasional kegiatan serta dapat akibatkan resiko.
b. Ancaman memiliki dinamika :
1) Ekskalatif yaitu dari stadium laten potensial sampai dengan stadium manifes faktual.
2) Fluktuatif yaitu irama atau ritme ancaman yang tidak teratur pada waktu, tempat, bentuk dan jenisnya.
3) Kontijensi yaitu ancaman yang diperkirakan mungkin terjadi akibat anev kecenderungan, yang selalu berkait dengan resiko namun tidak selalu keduanya merupakan hal yg sama.

B. Kerangka Konsepsional

1. Industrial
Industrial berkenaan dengan industry, industry merupakan industri atau perusahaan yang membuat atau menghasilkan barang.
2. Industrial Security
Industrial Security adalah segala upaya yang berkaitan dengan perlindungan terhadap instalasi, sumber daya, utility, material dan informasi rahasia industri dalam rangka mencegah terjadinya kerugian perusahaan.
3. Security = Securus (Latin)
a. Safe : Aman/selamat.
b. Free From Danger : Bebas dari bahaya.
c. Feeling No Care Or Apprehension : Perasaan tidak kuatir, tidak cemas, tidak ragu.
d. Protected From Or Not Exposed To Danger : Terlindung dari atau tidak terbuka terhadap bahaya.
e. Providing Guardianship : tidak ada halangan.
f. Free From Risk : Bebas dari risiko.
g. Satisfying : Kepuasan.
h. Protective : Bersifat melindungi.
i. Taking Effective Precautions Against : Mengadakan upaya efektif untuk Mencegah yang melawan / menyerang.

 

B A B III
GAMBARAN WILAYAH DAN SISTEM KEAMANAN PT. JIEP

A. SITUASI UMUM

Ecogreen Industrial Estate Pulo Gadung atau PT.JIEP, merupakan kawasan industri yang tertua dan pertama di Indonesia. PT. JIEP berdiri sejak tahun 1969 oleh Pemda DKI Jakarta yang terletak di wilayah Kecamatan Cakung-Jakarta Timur. Pada jaman Gubernur Ali Sadikin, konsep awal adanya pendirian PT.JIEP ini adalah untuk relokasi atau tata kota terhadap ketidakteraturan Perusahaan yang ada di Jakarta. Areal wilayah PT.JIEP seluas ± 500 ha, namun masih ada sekitar 100 ha, yang masih berupa lahan kosong dan belum dimanfaatkan. PT. JIEP merupakan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dimana saham atau kepemilikannya dibagi 2 (dua) yaitu 50 % milik pemerintah pusat dan 50 % milik Pemerintah Daerah. PT. JIEP ini bergerak di bidang property kawasan industri dengan sistem pola kavling kemudian dijual kepada pihak investor. Dan sebagian dari kawasan industri ini PT. JIEP menyewakan gedung, bangunan pabrik siap pakai dan lahan BPJP kepada pihak yang berkompeten dan investor. Keberadaan PT. JIEP ini sangat strategis, dimana posisinya berada di titik tengah kota Jakarta dan dapat memiliki akses ke wilayah atau daerah lain, dengan menggunakan jalan tol dan jalan alternatif lainnya. Disamping itu akses menuju dan dari bandara Internasional Soekarno-Hata Jakarta dapat ditempuh dengan waktu yang cepat, sehingga para investor dan pihak-pihak lain yang berkompeten dapat dengan mudah untuk melakukan peninjuauan atau survey guna mengembangkan dan meningkatkan investasinya.

B. SISTEM KEAMANAN

Dari penelitian dan survey yang telah dilakukan di lokasi PT. JIEP didapatkan hasil antara lain :
1. Petunjuk dan Ketentuan Bidang sekuriti
PT JIEP sebagai pengelola perusahaan yang ada di kawasan Industri Pulogadung, hingga saat sekarang ini belum memiliki petunjuk tata laksana sekuriti sesuia dengan ketentuan/peraturan Binsatpam dari Polri. Namun saat ini koordinator sedang mempelajari Peraturan Kapolri No 24 tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan organisasi, perusahaan dan /atau instansi/lembaga pemerintah.
2. Petunjuk Organisasi dan Tugas Badan Sekuriti
Didalam pelaksanaan pengamanan industri di wilayahnya,PT JIEP sudah memiliki petunjuk organisasi dan tugas badan sekuriti yang telah disahkan oleh Direksi. Dalam hal ini PT JIEP tetap memiliki manajer sekuriti yang bertindak sebagai pengawas pekerjaan pengamanan sedangkan pelaksanaan pengamanan diserahkan kepada pihak luar, tetapi hanya sebatas pengamanan fisik saja. Manajer bertugas sebagai konsultan dalam menentukan kebijakan dibidang keamanan, sementara operasional dilapangan diserahkan kepada pihak penyedia tenaga pengamanan.
3. Prosedur sekuriti perusahaan
Didalam pelaksanaan operasional pengamanan dilapangan,PT JIEP sudah memiliki prosedur dan juklak sekuriti perusahaan berpedoman pada buku III tentang kerangka acuan pekerjaan pengamanan dan penertiban yang dibuat oleh pihak penyedia tenaga pengamanan.Namun prosedur pengamanan di PT JIEP tidak memiliki dasar dan petunjuk yang jelas, karena didalam pendahuluan kerangka acuan tersebut hanya berdasarkan SK Gubernur no.Ib.3/2/35/1969 tanggal 20 mei 1969 saja.Sedangkan petunjuk lainnya,khususnya yang dikeluarkan oleh Polri tidak ada.

4. Petunjuk Lapangan tugas sekuriti
Seperti halnya prosedur sekuriti perusahaan,petunjuk lapangan sekuriti perusahaan juga hanya berpedoman pada kerangka acuan yang dikeluarkan oleh pihak penyedia tenaga pengamanan.Dalam hal ini petunjuk lapangan yang ada tersebut masih banyak kekurangan karena didalam kerangka acuan tersebut hanya menyebutkan mengenai ruang lingkup tugas jasa pengamanan dan penertiban serta penjelasan lingkup tugas tersebut meliputi apa saja.
5. SOP SISDALOPSMATAN
Didalam kerangka acuan tersebut hanya ada pengorganisasiannya saja tetapi untuk SOP SISDALOPSMATAN seperti halnya prosedur penanggulangan kebakaran maupun yang lainnya belum ada.
6. Sistem Keamanan oleh manusia (Satpam)
a. Program Latihan
Belum profesional dan belum intensif melakukan pengecekan, untuk pembinaan fisik dan tekhnik semua diserahkan ke outsourching, dan pembinaan mental dilakukan hanya sekedarnya saja.
b. Sarana dan prasarana
Untuk kesiapan satpam dalam pelaksanaan tugas dilengkapi dengan HT, senter, dll.
Pakaian yang digunakan telah sesuai dengan yang telah ditentukan yaitu menggunakan pakaian seragam Satpam hitam/biru dongker, dengan kartu identitas diri, pada lokasi area parkir, keluar masuk karyawan dan pihak-pihak lain.
c. Jumlah satuan pengamanan.
Jumlah satuan pengamanan untuk mendukung keamanan di PT. JIEP, terdiri dari 139 orang satpam, dan 12 orang anggota Polri.

d. Pembagian shift
Pembagian tugas satpam dilakukan agar pelaksanaan tugas satpam dapat berjalan dengan tertib, serta dapat mengefektifkan pengawasan dan pengendalian. Pembagian shift dibagi menjadi 3 (tiga) shift, dengan pembagian sbb:
1) Shift pagi = jam 08.00 s/d 16.00
2) Shift sore = jam 14.00 s/d 22.00
3) Shift malam = jam 21.00 s/d 08.00
e. Pembagian tugas
Pembagian tugas Satuan Pengamanan antara lain tugas Pos gerbang /pintu masuk, tugas di pos penjagaan dalam gedung, patroli dan pengaturan.
7. Sistem keamanan elektronik
Untuk mendukung pelaksanaan sistim pengamanan yang dilakukan oleh satuan pengamanan, maka PT. JIEP dilengkapi dengan penggunaan CCTV di tempat-tempat yang dianggap strategis, sehingga memudahkan satuan pengamanan melakukan pemantauan di tempat-tempat tersebut. Namun PT. JIEP tidak memiliki alarm atau sirena sebagai tanda adanya keadaan darurat atau bahaya.

C. Kondisi Keamanan

1. Situasi Keamanan Umum

Sistem keamanan PT. JIEP memiliki satuan pengamanan dan fasilitas keamanan yang cukup memenuhi standar pengamanan, sehingga setidak-tidaknya dapat mencegah serta mengatasi adanya kasus tindak pidana dan kasus lainnya, dari data yang ada telah terjadi 1 (satu) kasus pencurian dan 1 (satu) peristiwa konsleting arus listrik, namun tidak menimbulkan keadaan yang lebih berbahaya dan bisa diatasi dengan baik.
2. Hambatan Gangguan
Maraknya terjadi aksi balapan liar di jalan sepanjang atau sekitar PT. JIEP telah mengganggu aktifitas perpindahan barang maupun orang/karyawan, yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Adanya aksi balapan liar ini dilakukan pada sore hari antara jam 15.00 s/d 17.00 saat karyawan selesai pulang kerja, dan juga bahkan dilakukan pada malam hari antara jam 21.00 wib s/d 23.00 wib. Meskipun telah dilaksanakan pembubaran oleh Satuan Pengamanan PT. JIEP namun aksi balapan liar tersebut tetap masih berlangsung.

 

B A B IV
PELAKSANAAN PENGAMANAN

A. Sasaran Pengamanan.
Dalam kegiatan pengamanan yang dilaksanakan di PT. JIEP, yang menjadi sasaran dari pengamanan adalah:
1. Pimpinan dan karyawan
Terlaksananya suatu kegiatan ditentukan oleh unsur-unsur yang ada di dalam suatu rangkaian kegiatan tersebut, yaitu pemimpin dan yang dipimpin / pelaksana/pegawai. Dalam rangka menjaga kelancaran dan produktifitas dari kegiatan di PT. JIEP, maka pimpinan dan karyawan menjadi sasaran kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh satuan pengaman PT. JIEP, sehingga diharapkan dengan adanya rasa aman bagi pimpinan dan karyawan, produktifitas kerja PT. JIEP dapat berjalan dengan baik, sehingga perusahaan dapat melaksanakan kegiatannya.
2. Proses Kegiatan
Hal lain disamping pimpinan dan karyawan, yang penting mendapat pengamanan dari satuan pengaman PT. JIEP adalah pihak-pihak luar/asing yang datang ke Perusahaan, harus dilakukan pengawasan terhadap keperluan dan kegiatannya, disamping itu sarana dan prasarana baik itu mesin atau alat2 elektronik lainnya terhadap aksi tindakan kriminalitas, kebakaran dan hal lainnya yang dapat mengganggu kelancaran proses produksi dan pengamanan juga dilakukan untuk menciptakan kenyamanan kepada karyawan dan pihak-pihak lainnya dalam kegiatan rutinitas.
3. Kawasan industri beserta asetnya.
Satuan pengamanan di PT. JIEP harus berusaha untuk menjaga dan menciptakan suasana aman di PT. JIEP sehingga para karyawan dan investor merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.
B. Metode Pengamanan

Peranan satpam PT. JIEP adalah mencegah dan menanggulangi setiap bentuk ancaman dan gangguan yang akan mempengaruhi produktivitas kerja, untuk itu setiap anggota satuan pengaman dilatih untuk melakukan tindakan sebagai berikut:
1. Tindakan menghadapi adanya tanda-tanda yang mencurigakan.
2. Tindakan menghadapi terjadinya pelanggaran dan kejahatan.
3. Tindakan menghadapi kejadian kebakaran.
4. Tindakan dalam menangani kerusuhan dan huru-hara.

1. Metode pengamanan
Metode pengamanan yang digunakan dalam upaya mengamankan PT. JIEP adalah dengan metode:
a. Monitoring system (CCTV)
Merupakan upaya pengamanan yang dilakukan dengan menggunakan sistim pengamanan electronic yang berupa CCTV yang diletakkan dibagian dalam PT. JIEP, pada tempat-tempat strategis yang dinilai rawan terhadap kemungkinan terjadinya suatu pelanggaran dan dapat memantau secara umum situasi di dalam dan kawasan industri PT. JIEP.
b. Sensor Magnetik
Sensor magnetik merupakan alat deteksi (detektor), yang diletakkan pada suatu barang, yang akan aktif apabila seseorang masuk dalam wilayah industri PT. JIEP, karena terdapat alat pendeteksi di pada pintu/gerbang masuk kantor dan gedung.
2. Pengamanan umum
Pengamanan umum yang dilakukan oleh PT. JIEP, dengan membangun sarana pengamanan secara umum, berupa: Pos Polisi, Pemagaran kawasan industri PT.JIEP, untuk melindungi dari gangguan yang mungkin timbul dari luar wilayah kawasan PT.
3. Pengamanan khusus
a. Pengaturan penjagaan
Pengaturan dan pengendalian tugas satuan pengaman dalam hal penjagaan sehari-hari dilaksanakan secara terus-menerus selama 1×24 jam, dengan pembagian waktu jaga yang dibagi menjadi tiga shift, shift I selama 8 (delapan) jam, shift II selama 8 (delapan) jam dan shift III selama 11 (sebelas) jam. Masing-masing shift beranggotakan 18 (delapan belas) orang anggota satuan pengaman.
b. Komunikasi
Sistem komunikasi yang digunakan oleh satuan pengaman, yaitu dengan menggunakan telepon dan Handy Talky dalam pelaksanaan dan tugas rutin.
c. Pengamanan pintu keluar dan masuk
Pintu keluar masuk kendaraan ke kawasan PT. JIEP terdapat di tiga titik, yang memiliki sistim keamanan dengan menggunakan. Pada saat kendaraan masuk akan didata dan pada saat keluar akan didata kembali, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya tindak kriminalitas berupa pencurian kendaraan

 

B A B V
ANALISA DATA

A. Sistem keamanan
Pelaksanaan sistem keamanan yang dilakukan PT. JIEP adalah:
1. Sistem keamanan oleh manusia
Pelaksanaan sistem keamanan oleh manusia yang dilakukan di PT. JIEP yang terdiri dari 139 orang satpam, 12 orang tenaga bantuan polri, masih belum cukup secara kuantitas untuk menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman kejahatan, bila dibanding dengan banyaknya karyawan, kendaraan yang parkir dan luas kawasan wilayah PT. JIEP.
Secara kualitas, walaupun telah mengikuti program pendidikan satpam namun masih diperlukan latihan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki.
Sistem pembagian shift yang dilakukan belum memenuhi standard suatu regu jaga, yaitu adanya pembagian waktu jaga yang tidak sama antara shift I, II dan III. Sedangkan pembagian tugas yang dilaksanakan, cukup memadai, karena telah dapat mencakup aspek-aspek yang perlu diamankan di PT. JIEP, yaitu pimpinan dan karyawan, proses kegiatan dan investor, dan kawasan industry PT. JIEP beserta assetnya.
2. Sistem keamanan elektonik
Pelaksanaan sistem keamanan dengan menggunakan peralatan elektronik yang diterapkan di PT. JIEP, dengan peralatan seperti CCTV, dapat mendukung pengamanan yang dilakukan oleh manusia. Pengamanan dengan CCTV, dapat mempermudah bagi satuan pengaman melakukan pengamatan pada bagian dalam dan luar kantor yang telah dilengkapi dengan peralatan tersebut, sehingga apabila terjadi peristiwa kejahatan yang termonitor dengan CCTV, maka rekaman yang ada dapat mempermudah pembuktian dan menjadi alat bukti dalam penyidikan nantinya.
3. Pengamanan umum
Pengamanan umum dilakukan dengan cara pemagaran kawasan PT. JIEP, penyediaan tempat parkir, penerangan dan pengawasan pintu keluar masuk PT. JIEP. Pemagaran kawasan industry PT. JIEP,telah berdasarkan pedoman yang ada, walaupun sudah mengikuti aturan namun masih ada kekurangan yaitu masih adanya bagian pagar yang rusak dan memerlukan perbaikan.
Penerangan lampu yang ada telah sesuai dengan pedoman, yaitu penerangan dengan menitik beratkan pada tempat-tempat yang dianggap rawan dan pada daerah-daerah yang penting, seperti bangunan, pintu keluar masuk dan pos-pos penjagaan.
Pengawasan yang dilakukan terhadap keluar masuk kendaraan dari dan ke dalam kawasan industry PT. JIEP, belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini terlihat dari tidak adanya petugas satpam di tempat-tempat tersebut dan tidak adanya pintu penghambat/palang/portal di pintu keluar.

 

B A B VI
P E N U T U P

A. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan dari seluruh materi yang telah diuraikan, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Sistem Manajemen pengamanan Perusahaan yang dilaksanakan di PT. JIEP, sudah cukup memenuhi standar, dengan melakukan pembangunan sistem keamanan yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana suatu sistem pengamanan yang baik. Hal ini terlihat dengan adanya satuan pengamanan yang didukung peralatan elektronik seperti CCTV, sarana parkir, penerangan, pagar, dll. Namun masih terdapat kekurangan yaitu adanya bagian pagar yang rusak dan tidak adanya satpam pada pintu keluar masuk PT. JIEP sehingga pengamanan ditempat tersebut menjadi tidak baik.
2. Perbandingan jumlah satuan pengaman yang ada di PT. JIEP yang berjumlah 139 personil, dibanding dengan karyawan, luas areal yang harus diawasi di PT. JIEP terlihat masih perlu adanya peningkatan kuantitas.
3. Tingkat resiko yang dihadapi PT. JIEP untuk jenis ancaman yang ada, yaitu:
Ancaman Kebakaran: dengan tingkat kemungkinan sangat jarang,
Ancaman Kejahatan dengan kekerasan (Pencurian, perampokan, dan lain-lain) dengan tingkat kemungkinan sangat mungkin.
Ancaman Kejahatan biasa (Penipuan, pemalsuan, penggelapan, dll) dengan tingkat kemungkinan hampir pasti
Ancaman Kerusuhan, dengan tingkat kemungkinan jarang
Ancaman Unjuk Rasa, dengan tingkat kemungkinan sangat mungkin

B. SARAN

Untuk meningkatkan pelaksanaan sistem pengamanan perusahaan di PT. JIEP, maka disarankan:
1. Perlu dilakukan peningkatan kualitas satuan pengaman dengan memberi pelatihan secara rutin dengan melakukan koordinasi dengan Polri.
2. Dalam penanganan setiap kejadian, apabila berupa tindak pidana, maka pihak satuan keamanan wajib menyerahkan penanganannya kepada pihak penyidik, yaitu Polri.
3. Pelaksanaan penjagaan, khususnya pada pintu keluar dan masuk kendaraan, perlu dilaksanakan dengan menempatkan satpam pada tempat tersebut.
4. Perlu diadakannya palang/portal pada setiap pintu keluar masuk kendaraan, agar memudahkan memeriksa situasi dalam kendaraan.
5. Perlu dilakukan pengamanan dan razia terhadap aksi balapan liar dengan koordinasi kepada Polri dengan menugaskan Patroli samapta untuk standbye dan patroli pada jam-jam yang rawan aksi balapan liar motor tersebut.

 

 

Daftar Pustaka

Hornsby – Siswoyo, kamus bahasa inggris-indonesia, 1984

Peraturan Kapolri No. 24 tahun 2007

Post & Kingsbury, Security. Administration,1977

Diktat Kuliah Security Industri KBP (P) Drs. Poltak Hutadjulu

About these ads

Tentang ferli1982

Menjalani hidup dengan riang gembira ... enjoy ur life!!!
Tulisan ini dipublikasikan di Administrasi Kepolisian, Makalah Lepas, Perkembangan Kepolisian. Tandai permalink.