Kajian SOSTAC dalam Pelatihan Pam VIP/VVIP

I. PENDAHULUAN
Salah satu agenda penting, memasuki 2009, bahwa rakyat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi berupa pemilu legislatif serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014. Pelaksanaan pemilu akan dilakukan pada tanggal 9 April 2009 bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke akan memilih para perwakilannya untuk duduk di DPR, DPD, dan DPRD. Selanjutnya rangkaian kegiatan pemilu akan berlanjut dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang diikuti oleh tiga pasang calon Presiden dan Wakil Presiden.
Merupakan amanah mulia yang diemban jajaran kepolisian untuk mengamankan dan mengawal jalannya proses demokrasi di Indonesia yang sarat dengan tantangan dan rintangan. Kaitan dengan kegiatan tersebut tentunya kepolisian sebagai garda terdepan dalam rangka memberikan perlindungan, pelayanan, pengayoman serta penegakan hukum, secara dini, tentunya telah mempersiapkan diri untuk memberikan jaminan rasa aman dan tenteram di masyarakat. Adapun di lapangan diwujudkan melalui berbagai kerja sama dan kesepakatan bersama melalui MOU dengan berbagai pihak, terutama dengan penyelenggara pemilu (KPU), pemda, Panwaslu, parpol, dan instansi terkait lainnya seperti TNI serta berbagai komunitas masyarakat lainnya. Dengan tujuan akhir demi suksesnya Pemilu 2009.
Pada kenyataanya,pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan tertib dan lancar,utamanya di wilayah Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta,pemilu berlangsung dengan aman dan tertib tanpa menemukan rintangan yang berat. Tentu saja ini berkat kesigapan aparat Kepolisian dalam mengamankan pelaksanaan pemilu dengan dibantu segenap elemen masyarakat Yogyakarta. Salah satu metode pengamanan yang dilakukan oleh Polda Yogyakarta dalam mengamankan calon Presiden dan calon Wakil Presiden adalah dengan melakukan pengamanan VIP/VVIP terhadap setiap pasangan capres cawapres yang melakukan kegiatan atau sekedar melintas di wilayah hukum Polda DIY. Tentu tidak mudah untuk melakukan pengamanan capres maupun cawapres mengingat hal ini akan melibatkan massa dalam jumlah yang cukup besar. Selain melibatkan personil dalam jumlah yang cukup besar ,Polda DIY juga mengerahkan sarana dan pra sarana yang dimiliki guna mendukung pelaksanaan tugas ini.
Selanjutnya penulis akan mencoba menceritakan pengalaman pribadi sebagai koordinator pelatihan pengamanan VIP/VVIP Polda Yogyakarta ini dengan menggunakan analisa SOSTAC sehingga tujuan akhir yang diinginkan dalam pelaksanaan pengamanan VIP/VVIP dapat tercapai yakni berjalannya latihan dengan sesuai target dan pelaksanaan pengamanan kampanye di wilayah hukum Polda DIY dalam rangka pemilu 2009 bisa berlangsung secara aman dan tertib.Dimana pelaksanaan latihan ini memang dilakukan sebagai bentuk program yang harus dilaksanakan masing-masing Polda guna mengantisipasi jalannya pemilu 2009. Pelaksanaan latihan sebelumnya diikuti oleh dua orang perwakilan masing-masing Polda untuk berlatih di Jakarta (Mabes Polri) untuk selanjutnya kedua perwakilan tersebut menjadi koordinator pelatihan dimasing-masing Polda asalnya. Dan di Polda DIY sendiri pelaksanaan latihan dilakukan dua minggu sebelum pelaksanaan pemilu 2009 dimulai diIndonesia.

II. KAJIAN SOSTAC
Pelaksanaan pengamanan pemilu 2009 terutama bagi pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden akan kita kaji bersama melalui analisa SOSTAC (Situation, Objektives, Strategy, Tactic ,Action ,Control) sebagai berikut :

Situation
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga dikenal sebagai kota pelajar ini,memiliki masyarakat yang beragam dan kompleks. Dikatakan beragam dan komplek mengingat banyaknya pelajara dan mahasiswa yang memilih meneruskan jenjang pendidikannya di kota gudeg ini. Maka tidak heran,setiap tahunnya jumlah penduduk yang masuk ke wilayah Yogyakarta semakin meningkat.
Status Yogyakarta pada awal pembentukan adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi. Baru pada 1965 Yogyakarta dijadikan Provinsi seperti provinsi lain di Indonesia.Seiring perjalanan sejarah, kota ini juga dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki jumlah universitas yang cukup banyak termasuk didalamnya adalah Unoversitas Gajah Mada (UGM).Dengan banyaknya universitas yang ada, tentu saja merupakan peta kerawanan bagi Polri terutama dalam hal pelaksanaan demonstrasi dan unjuk rasa yang biasa dilakukan oleh kalangan mahasiswa.Karenanya hal tersebut juga sangat diwaspadai oleh pihak Kepolisian yang akan melakukan pengamanan terhadap capres dan cawapres khususnya disaat pelaksanaan kampanye dan pencoblosan.
Sebagaimana ketentuan Undang-Undang No 42/2008 tentang Pilpres, maka tiga hari setelah penetapan Pasangan Calon, kampanye Pilpres sudah dapat dimulai. Karena Pasangan Capres telah ditetapkan pada tanggal 29 Mei 2009, maka pada tanggal 2 Juni 2009 masing-masing Pasangan Capres sudah dapat memulai kampanye. Namun pada tanggal 2 Juni 2009 tersebut baru dapat dilakukan kampanye non rapat umum. Sementara kampanye dalam bentuk rapat umum baru bisa dimulai pada 11 Juni 2009. Pelbagai bentuk kampanye tersebut paling lambat dilakukan pada tanggal 4 Juli 2009. Sehingga terdapat 24 hari efektif masing-masing Pasangan Calon untuk dapat melakukan kampanye dalam bentuk rapat umum. Setiap hari di setiap provinsi hanya dimungkinkan satu Pasangan Capres saja yang berkampanye. Sehingga sepanjang jadwal kampanye di setiap provinsi masing-masing pasangan Calon memiliki kesempatan 8 kali untuk berkampanye dalam bentuk rapat umum, yang pelaksanaanya secara bergantian dengan kedua Pasangan Calon yang lain, yakni tiga hari sekali masing-masing Pasangan Calon dapat berkampanye dalam bentuk rapat di suatu provinsi. Sedangkan untuk kampanye non rapat umum, Pasangan Calon dapat melaksanakannya sepanjang jadwal kampanye di seluruh provinsi di Indonesia, tanpa ada pembatasan jumlah pasangan calon yang berkampanye dalam suatu provinsi.
Tahapan paling penting dari Pilpres yang sangat menentukan kemenang Pasangan Calon adalah kampanye. Ibarat produsen suatu produk, apakah barang yang ditawarkan akan dibeli oleh konsumen atau tidak, sangatlah tergantung kemampuan produsen dalam melakukan strategi pemasaran. Kampanye setali tiga uang dengan strategi pemasaran terhadap Pasangan Calon agar dibeli oleh konsumen alias dipilih oleh pemilih. Dengan kualitas produk yang sama, maka hanya produsen yang memiliki keunggulan strategi marketing yang akan memenangkan persaingan dan akhirnya menguasai pasar. Dengan asumsi bahwa semua Pasangan Calon sama baiknya, maka Pasangan Calon yang memiliki keunggulan strategi kampanye yang akan memenangkan pemilu.Demikian pula dengan situasi politik antar partai yang saat itu cukup memanas,seperti persaingan antara PDI dan Demokrat, serta efek masyarakat terhadap tidak majunya Sri Sultan Hamengkubuwono sebagai calon Presiden pada pemilu 2009.
Objectives
Tujuan yang ingin dicapai dari pelakasanaan sistem pengamanan VIP/VVIP pemilu 2009 ini adalah untuk tercapainya situasi yang aman,tertib dan terkendali selama pelaksanaan pemilu khususnya disaat calon presiden dan calon wakil presiden memasuki wilayah Yogyakarta. Dalam hal ini, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta melalui satuan pengamanan pemilu yang telah di tunjuk akan melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap segala kegiatan dari capres dan cawapres pemilu 2009 yang dilaksanakan di Yogyakarta. Karena tanggung jawab setiap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden adalah berada dibawah kendali Kepolisian sepenuhnya kecuali untuk calon incumbent, yang dalam hal ini adalah calon Presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI) dan calon Presiden dari Partai Golongan Karya, Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI).
Walaupun pengamanan terhadap pelaksanaan tugas pengamanan VIP/VVIP pemilu 2009 ini dilakukan secara gabungan antara Mabes Polri dan Kepolisian Daerah terkait, namun dirasa dipandang perlu untuk membentuk satuan pengamanan VIP/VVIP dari Polda DIY.Kemudian juga,ada beberapa kemungkinan yang mengenai jadwal yang diterima pihak Polda DIY terkait dengan cawapres Boediono,dimana beliau diperkirakan akan melakukan pemungutan suara di kediamannya di Yogyakarta.Pengamanan terhadap cawapres Boediono ini menjadi salah satu tugas terberat bagi tim pengamanan VIP/VVIP Polda DIY mengingat jumlah massa dari partai Demokrat yang cukup banyak dan sangat antusias dengan keberadaan Boediono sebagai pasangan cawapres yang diusung melalui partai Demokrat.

Strategy
Mengingat pelaksanaan pemilu 2009 tersebut adalah tidak main-main, maka penentuan strategy dalam kaitannya dengan pelaksanaan pengamanan VIP/VVIP pemilu 2009 harus dirancang dan ditentukan dengan sedemikian rupa dengan tetap berpedoman pada situasi yang ada saat itu. Karenanya, sangatlah tidak mungkin menyiapkan sebuah tim pengamanan VIP/VVIP secara tiba-tiba dan tanpa latihan sebelumnya. Situasi tersebut menuntu Polri untuk menyediakan waktu latihan yang cukup bagi tim pengamanan untuk melakukan latihan maupun simulasi kejadian-kejadian yang bisa saja terjadi pada saat pelaksanaan kampanye dan pemugutan suara berlangsung di Yogyakarta.
Startegy utama yang dilakukan dalam hal pelaksanaan pengamanan VIP/VVIP ini adalah dengan menggunakan push strategy yakni melalui penyuluhan mengenai Undang-undang pemilu sampai dengan pelatihan-pelatihan dalam rangka pembentukan tim pengamanan VIP/VVIP terhadap calon Presiden dan calon wakil presiden pemilu 2009. Kegiatan tersebut sangat dibutuhkan oleh tim pengamanan calon presiden dan calon wakil presiden karena akan memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan pemilu 2009 ini khususnya pemilihan capres dan cawapres, seperti mengenai jadwal kampanye, hal yang dilarang selama pelaksanaan kampanye, bentuk kerawanan pada saat pelaksanaan kampanye dan sebagainya. Disamping itu simulasi-simulasi mengenai kejadian chaos yang mungkin saja terjadi juga dilakukan,seperti tehnik pengawalan berjalan kaki sampai dengan tehnik pengawalan dalam kendaraan.Pelaksanaan kegiatan tersebut juga dirangkum dan dipublikasikan sebagai salah satu bentuk pull strategy terutama untuk menunjukkan kesiap siagaan Polri dalam mengamankan Pemilu 2009 yang ketika itu hanya tinggal beberapa saat lagi. Kegiatan publikasi melalui media ini juga sangat penting bagi khalayak sehingga dimungkinkan untuk berkurangnya kerawanan selama pelaksanaan pemilu 2009.

Tactic
Taktik yang digunakan agar tim pengamanan VIP/VVIP siap menjalankan tugas nya pada saat pelaksanaan pemilu adalah dengan menggunakan anggota-anggota dari kesatuan Brigade Mobil.Ini dikarenakan anggota Brimob telah memiliki kualifikasi pengamanan dalam keahlian perlawanan teror (wanteror), sehingga bagi mereka tidak begitu sulit lagi untuk melakukan tehnik pengawalan. Kemudian para tim pengamanan VIP/VVIP tersebut dibebaskan dari tugas rutin selama masa latihan sampai dengan pelaksanaan kampanye dan pencoblosan suara. Sehingga semua tim dapat berkonsentrasi dalam memahami materi latihan yang diberikan. Taktik berikutnya yang digunakan dalam latihan adalah dengan menggunakan metode simulasi,metode ini lebih dikedepankan dari pada metode teori kelas karena lebih bermanfaat bagi pelaksanaan dilapangan dan acuan yang digunakan adalah menggunakan pedoman yang diberikan dari Mabes Polri mengenai prosedur pengamanan VIP/VVIP capres dan cawapres 2009. Simulasi-simulasi yang disiapkan diantaranya adalah :
1. Pengawalan Jalan Kaki
• Di ruangan tertutup
• Di ruangan terbuka
• Panggung besar
2. Pengawalan Berkendaraan
• Naik kendaraan
• Turun kendaraan
• Konvoi Kendaraan
3. Ancaman
• Ancaman keramaian massa
• Ancaman tembakan dan ledakan Bom
Selanjutnya ketika pelaksanaan, walau pada kenyataan tidak pernah terjadi situasi ancaman yang masuk dalam eskalasi merah namun kesiapan tim pengamanan Polda DIY benar-benar teruji. Seperti pada waktu pelaksanaan kampanye calon wakil Presiden Prabowo Subianto,dimana pelaksanaan kampanye dilakukan diatas sungai (dibawah jembatan) simpang Malioboro dan dengan dipadati massa dari partai Gerindera dan Partai PDI Perjuangan. Hasil dari latihan simulasi sangat terlihat dalam prakteknya,sehingga pengamanan terhadap Cawapres Prabowo Subianto dapat berjalan tertib walaupun dipadati massa yang benar-benar membludak dengan medan kampanye yang sulit.
Contoh selanjutnya adalah pada saat pengawalan cawapres Boediono ketika saat pemungutan suara sampai dengan dua hari setelahnya. Dimana dalam agenda cawapres Boediono ada kegiatan mengunjungi tempat-tempat umum yang jaraknya cukup jauh dari kediaman,sehingga simulasi pengawalan kendaraan benar-benar dapat dipraktekan dengan sebagaimana mestinya.Pun demikian dengan pengawalan cawapres dari Parta Hanura, Wiranto, yang melaksanakan kampanye didaerah Gunung Kidul,secara otomatis tim pengamanan ikut merapat bersama rombongan Wiranto bahkan sehari sebelumnya telah mengecek TKP kampanye.

Action
Pelaksanaan atau praktek sesungguhnya dari latihan yang telah dilakukan tersebut adalah pada saat kampanye pemilu dan pencoblosan suara. Dari ketiga pasangan capres dan cawapres yang mengunjungi atau melaksanakan kampanye di wilayah hukum Polda DIY adaalah sebagai berikut :
1. Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto
2. Calon Wakil Presiden Wiranto
3. Calon Wakil Presiden Boediono
Dari ke tiga calon wakil Presiden yang melaksanakan kampanye di Yogyakarta, Boediono adalah yang paling memakan waktu yang lama.Secara otomatis pula pelaksanaan pengamanan cawapres Boediono dilaksanakan selama beliau berada di Yogyakarta. Termasuk pada saat beliau melakukan pemungutan suara, pada saat beliau melakukan makan pagi di warung soto Kadipiro, makan siang di gudeg Yu Jum, serta rapat tim sukses di Grand Hyatt Hotel.
Cawapres yang memiliki kerawanan tingkat tinggi saat berkampanye adalah Prabowo Subianto, ini dikarenakan massa Gerindera yang sangat banyak di medan kampanye yang sangat sempit.Implementasi dari hasil latihan pada ruangan terbuka menjadi acuan oleh tim pengamanan.Action utama dari tim pengamanan ini adalah dimulai satu hari sebelum pelaksanaan,dimana tim sudah terlebih dahulu melakukan pengecekkan terhadap jalur lalu lintas, situasi masyarakat setempat, situasi dan kondisi panggung tempat orasi, jumlah massa, dan mengadakan pertemuan dengan tim sukses dan elemen masyarakat terkait.Pada saat pelaksanaan, tim sudah mulai mengawal sejak calon wakil presiden turun dari tangga pesawat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta sampai menuju kendaraan,selanjutnya menuju pos istirahat atau langsung menuju tempat kampanye. Tim pengamanan dalam satu regu terdiri dari 23 personil termasuk didalamnya pengawal pribadi sebanyak 8 orang personel.

Control
Untuk memantau tingkat keberhasilan pelaksanaan pelatihan pengamanan VIP/VVIP pemilu 2009 ini adalah langsung melalui medan yang sesungguhnya yakni pelaksanaan riil di lapangan dengan objek pengamanan yang sesungguhnya. Tetapi sesungguhnya pelaksanaan pengamanan tidak sesempurna pada saat latihan, tetap ada kekurangan disana sini,disinilah peranan control dari pemimpin tim dalam mengantisipasi atau meminimalisir kesalahan yang terjadi.
Selain itu pula, pengawasan terpadu juga berasal dari tim pengamanan Mabes Polri yang biasanya selalu melekat walaupun terkadang jumlahnya tidak menentu,semisal pada saat pengawalan kepada cawapres Wiranto, tim Mabes Polri hanya berjumlah dua personil, selanjutnya cawapres Prabowo Subianto tim Mabes Polri berjumlah 5 personel ,tidak seperti cawapres Boediono dimana tim pengamanan VIP/VVIP Mabes Polri berjumlah 23 personel.Namun pada umumnya control dari setiap induk komando seperti Mabes Polri dan Polda DIY secara umum telah berjalan dengan sangat baik, dimulai dari saat pelatihan tim pengamanan sampai selesai nya Pemilu 2009 dilakukan.

III. PENUTUP
Pengamanan VIP/VVIP pemilu 2009 di wilayah hukum Polda DIY pada kenyataanya dapat berjalan dengan baik, tertib dan lancar. Pelaksanaan tugas oleh tim pengamanan VIP/VVIP Polda DIY ini berlangsung selama pemilu 2009 diadakan terutama pada saat masa kampanye dimulai.Namun tahapan persiapan sudah dimulai sebelum pelaksanaan pemilu itu sendiri , tahapan tersebut dimulai dari perekrutan anggota tim sampai dengan pelaksanaan latihan yang kesemuanya dibawah kendali dari Biro Operasional Polda DIY.Obyek pengamanan yang dilaksanakan pada prakteknya adalah pengamanan terhadap ketiga calon wakil Presiden yaitu cawpres Prabowo Subianto, cawapres Boediono dan cawapres Wiranto ketika cawapres-cawapes itu melakukan kampanye di Provinsi DIY termasuk pengamanan terhadap capres Megawati yang melintas pada jalur lalu lintas Magelang-DIY.

About these ads

Komentar Dimatikan

Filed under Makalah Lepas, Menulis itu Indah, Perkembangan Kepolisian

Komentar ditutup.